Senin Lusa Satgas Anti Mafia Bola Periksa Perdana Joko Driyono Sebagai Tersangka

Dugaan tindak pidana tersebut dilakukan Jokdri pada Jumat 1 Januari 2019, di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas.

Senin Lusa Satgas Anti Mafia Bola Periksa Perdana Joko Driyono Sebagai Tersangka
Tribunnews.com
Joko Driyono 

PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri, ditetapkan sebagai tersangka pencurian dan perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor bola, oleh Satgas Antimafia Bola.

Ia dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana diatur pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP.

Dugaan tindak pidana tersebut dilakukan Jokdri pada Jumat 1 Januari 2019, di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Jakarta Selatan.

Prabowo Punya Referensi Calon Menteri, Kubu Jokowi: Kita Pilih Presiden dan Wakil, Bukan Menteri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik melayangkan panggilan terhadap Jokdri untuk diperiksa sebagai tersangka, Senin (18/2/2019) lusa.

"Surat pemanggilan saudara Jokdri untuk diperiksa sebagai tersangka Senin besok, sudah dilayangkan Jumat kemarin," kata Dedi Prasetyo, Jumat (16/2/2019).

Menurut Dedi Prasetyo, Jokdri merupakan aktor intelektual pencurian dan perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor, di mana sebelumnya sudah ditetapkan tiga tersangka.

Prabowo Sudah Besuk Ani Yudhoyono, Jokowi Kapan?

Mereka adalah Muhammad Mardani alias Dani, yang merupakan sopir Jokdri; Musmuliadi alias Mus, seorang office boy (OB) atau pesuruh di PT Persija; dan Abdul Gofar, pesuruh di PSSI.

Ketiganya diketahui memasuki kantor Komdis PSSI (bekas kantor PT Liga Indonesia) di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Padahal, kantor tersebut masih disegel petugas dengan garis polisi atau police line setelah sempat digeledah petugas.

Ketiga tersangka itu, dalam pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola, kata Dedi Prasetyo, mengaku mengambil sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel, dan laptop karena disuruh seseorang.

Menaker Hanif Dhakiri: TKA di Morowali Cuma 3.000, Tenaga Kerja Lokalnya 29 Ribu

"Saudara J inilah yang menyuruh berdasarkan pengakuan tiga tersangka itu. Jadi diduga J sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan tiga orang tersangka itu untuk melakukan pencurian dan perusakan barang bukti di kantor yang sudah dipasangi garis polisi," bebernya.

Karenanya, kata Dedi Prasetyo, dalam pemeriksaan terhadap Jokdri Senin (18/2/2019) depan, penyidik akan meminta keterangan dan klarifikas Jokdri, atas pengakuan tiga tersangka sebelumnya.

Di mana ketiga tersangka menyebutkan bahwa Jokdri lah yang memerintahkan mereka melakukan pencurian dan perusakan barang bukti di kantor Komdis PSSI.

"Jadi dalam pemeriksaan Saudara J ini oleh penyidik, Senin besok, akan didengar keterangan dan klarifikasinya atas tindak pidana yang dilakukan tiga tersangka sebelumnya," terang Dedi Prasetyo. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved