Jumat, 24 April 2026

Pasca Bom Bunuh Diri di Kashmir, India Bakal Berikan Balasan Setimpal kepada Pakistan

Serangan yang terjadi di jalan raya Srinagar-Jammu itu menyebabkan sekitar 42 anggota paramiliter Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF) tewas.

Editor: Fred Mahatma TIS
AFP via Kompas.com
PASUKAN keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019). 

Modi menegaskan siapapun yang melakukan serangan bom bunuh diri itu bakal membayarnya dengan mahal. Dan siapapun yang mendukung bakal dihukum.

PERDANA Menteri India Narendra Modi menjanjikan balasan yang 'cocok' kepada Pakistan buntut tragedi bom bunuh diri di Kashmir.

Serangan yang terjadi di jalan raya Srinagar-Jammu itu menewaskan sekitar 42 anggota paramiliter Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF).

"Kami akan memberikan balasan terkuat," ujar Modi dalam pidatonya Jumat (15/2/2019), sebagaimana diwartakan Al Jazeera.

Pidato itu diberikan setelah dia bertemu penasihat keamanan untuk membahas balasan atas serangan paling mematikan terhadap militer dalam beberapa dekade itu.

Saat Konvoi, 37 Tentara Tewas Diserang Bom Bunuh Diri di India Kashmir

Kisah Nik Gugger, Anak India yang Ditelantarkan Ini Kini Jadi Anggota Parlemen Swiss

Modi menegaskan siapapun yang melakukan serangan itu bakal membayarnya dengan mahal. Dan siapapun yang mendukung bakal dihukum.

"Jika tetangga kami mengira mereka bisa melumpuhkan India, mereka salah besar," lanjut Modi dikutip harian Indian Express.

Kelompok Bersenjata JeM

Serangan terhadap paramiliter itu kelompok bersenjata Pakistan Jaish-e-Mohamamad (JeM) yang melakukan serangan bunuh diri ke India sejak dibentuk pada 2000.

India menyalahkan Pakistan atas serangan terhadap konvoi militer dengan menuduh membiarkan JeM beroperasi di wilayahnya, klaim yang langsung dibantah Islamabad.

Kabar Terbaru, Jenazah Jurnalis Jamal Khashoggi Dimusnahkan dengan Cara Dibakar

Pekan Depan Pangeran MBS ke Indonesia di Tengah Sorotan Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Menteri Luar Negeri Arun Jaitley mengatakan pemerintah berusaha menjajaki langkah diplomatik untuk mengisolasi Pakistan dari komunitas internasional.

Diberitakan BBC, Jaitley berkata India juga berencana menarik status Pakistan sebagai Negara Paling Disukai dari Badan Perdagangan Dunia (WTO).

Namun setelah Modi menyatakan tentang balasan, para analis memprediksi New Delhi bakal melakukan aksi yang lebih besar kepada Pakistan.

Kashmir merupakan kawasan dengan penduduk mayoritas Muslim yang menjadi sumber sengketa dua negara selama bertahun-tahun.

Beberapa jam setelah serangan, Kementerian Luar Negeri India menyerukan agar pemimpin JeM Masood Azhar dinyatakan sebagai teroris internasional oleh PBB. (Ardi Priyatno Utomo) 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved