Breaking News:

Citizen Journalism

Ketika Penyandang Disabilitas Masih Harus Menunggu Kesetaraan

Kaum disabilitas masih dipandang sebelah mata. Terbukti dari fasilitas yang disediakan belum memadai dari fasilitas umum, pendidikan, hingga pekerjaan

dok. pribadi
Penyandang difabel 

Oleh Mery Yustian Fradana, Fasilitator gerakan Disabilitas bergerak - HWDI Jawa barat

MASALAH disabilitas dan juga penyandang difabel di Indonesia sangatlah kompleks dan luas cakupannya.

Seseorang mungkin berpotensi untuk terdampak sebagai penyandang difabel, potensi ini pun  dapat terjadi kapan saja dan di mana saja selama hidup sejak lahir hingga usia lanjut.

Potensi  tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor  baik itu dari gizi buruk, perawatan kesehatan yang buruk, hal itu dapat berdampak pada bidang fungsional seperti mobilitas, penglihatan, pendengaran, mental, komunikasi, batasan sosial-sosial, dan lainnya.

Bagi mereka yang memiliki kesulitan fungsional hidup di lingkungan yang tidak mengakomodasi, mereka dapat dibatasi secara geografis untuk berpartisipasi dalam ekonomi, komunitas sosial, tempat kerja, sekolah, pernikahan serta kegiatan keagamaan dan rekreasi.

Sebagian besar penyandang disabilitas tidak beruntung untuk berpartisipasi dalam banyak kegiatan seperti non-disabilitas lainnya, mereka kemungkinan menghadapi kondisi perjuangan yang cukup berat untuk dapat diterima dalam pendidikan normal, akses ke pendidikan itu sendiri dan layanan sosial lainnya tetap menjadi masalah bagi para penyandang difabel.

Hanya sebagian dari mereka yang mampu berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat universitas.

Beberapa dari mereka tidak dapat mengakses pendidikan sama sekali, dikeluarkan dari sekolah umum.

Bahkan di tingkat sekolah menengah, perjuangan ini juga terus berlanjut sepanjang masa  pendidikan mereka, di mana fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia.

Masalah yang sama bahkan berulang ketika mereka pindah ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan sekolah umum yang siap menerima kondisi mereka.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved