Jurnalis Arab Saudi Hilang

Kabar Terbaru, Jenazah Jurnalis Jamal Khashoggi Dimusnahkan dengan Cara Dibakar

Sebelumnya otoritas Turki meyakini bahwa jenazah Khashoggi yang dimutilasi telah dilarutkan menggunakan zat asam sebelum dibuang ke saluran pembuangan

Kabar Terbaru, Jenazah Jurnalis Jamal Khashoggi Dimusnahkan dengan Cara Dibakar
Kolase foto Tribunnews.com (Sumber: Twitter/JKhashoggi, AFP via middleeasteye.net)
JURNALIS Arab Saudi Jamal Khashoggi. Kolumnis The Washington Post ini diketahui terakhir masuk ke Gedung Konsulat Arab Saudi di Turki sebelum dinyatakan hilang. 

Pernyataan tersebut didukung keberadaan tungku pembakaran di Konsulat Arab Saudi di Istanbul yang mampu mencapai suhu lebih dari 1.000 derajat celsius.

KASUS pembunuhan Jamal Khashoggi masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Salah satu yang masih menjadi pertanyaan adalah apa yang terjadi pada jenazah sang jurnalis.

Sebelumnya otoritas Turki meyakini bahwa jenazah Khashoggi yang dimutilasi telah dilarutkan menggunakan zat asam sebelum dibuang ke saluran pembuangan.

Kini laporan terbaru dari kantor berita Turki, Anatolia, Kamis (14/2/2019), menyebutkan bahwa jenazah Jamal Khashoggi kolumnis Washington Post yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintahan Saudi dan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman itu telah dimutilasi dan dibakar.

Meski begitu, kepolisian Turki hingga kini belum menemukan sisa tubuh.

Ditanya Keberadaan Jenazah Jurnalis Jamal Khashoggi, Menteri Arab Saudi: Kami Tidak Tahu

Pekan Depan Pangeran MBS ke Indonesia di Tengah Sorotan Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Upaya pencarian telah dilakukan, bahkan hingga melakukan penggeledahan ke kantor konsulat Saudi dan kediaman konsul di Istanbul.

Diberitakan Reuters, polisi Turki kini meyakini bahwa tubuh Khashoggi kemungkinan telah dimutilasi dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pernyataan tersebut didukung keberadaan tungku pembakaran di Konsulat Arab Saudi di Istanbul yang mampu mencapai suhu lebih dari 1.000 derajat celsius.

SEORANG pengunjuk rasa mengenakan pakaian seperti Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dengan darah di tangannya, sebagai bentuk protes atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga kuat melibatkan sang pangeran, di depan Kedutaan Arab Saudi di Washington, DC, 8 Oktober 2018.
SEORANG pengunjuk rasa mengenakan pakaian seperti Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dengan darah di tangannya, sebagai bentuk protes atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga kuat melibatkan sang pangeran, di depan Kedutaan Arab Saudi di Washington, DC, 8 Oktober 2018. (AFP/Jim Watson/businessinsider.sg)

"Konsulat Saudi memiliki dua sumur dan tungku pembakaran yang bisa mencapai suhu lebih dari 1.000 derajat, yang akan menghancurkan jejak DNA apa pun," demikian tulis laporan kepolisian, seperti dilansir The New Arab.

Laporan tersebut juga menyebutkan, Khadija Jenghis, tunangan Khashoggi, bisa saja turut dibunuh bersama sang jurnalis apabila dia memasuki konsulat Saudi saat pembunuhan terjadi.

PBB: Jamal Khashoggi Korban Pembunuhan Brutal dan Terencana Pejabat Arab Saudi

Bukti Percakapan dengan Ajudannya, Pangeran MBS Akan Gunakan Peluru untuk Jamal Khashoggi

Investigasi PBB

Pelapor Khusus PBB untuk eksekusi ekstrayudisial, Agnes Callamard, mengaku memperoleh temuan awal yang mendukung penyelidikan oleh Turki, saat dia mengunjungi negara itu pada awal bulan ini.

AGNES Callamard, Ketua tim investigasi PBB untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi.
AGNES Callamard, Ketua tim investigasi PBB untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi. (rappler.com)

Sementara itu, penyelidik hak asasi manusia telah menyebut pembunuhan Jamal Khashoggi sebagai pembunuhan brutal dan terencana yang dilakukan oleh pejabat Saudi.

Dalam percakapan yang disadap oleh agen intelijen AS, Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman terdengar mengatakan kepada seorang bawahannya bahwa dia akan membunuh Khashoggi dengan "sebutir peluru" jika tidak kembali ke Arab Saudi secara sukarela maupun dengan kekerasan. (Agni Vidya Perdana)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved