Joko Driyono Ditahan Atau Tidak Tergantung Hasil Pemeriksaan Senin Lusa

Dalam pemeriksaan nanti, katanya, penyidik akan mendalami dan memastikan motif Jokdri melakukan perusakan barang bukti tersebut.

Joko Driyono Ditahan Atau Tidak Tergantung Hasil Pemeriksaan Senin Lusa
Kompas.com
Joko Driyono 

"Hasil audit yang dilakukan Satgas Antimafia Bola atas barang bukti dari apartemen Saudara J, ternyata memiliki keterkaitan dengan pengaturan skor yang dilaporkan Saudari Laksmi dari Persibara PS Banjarnegara," terang Dedi Prasetyo.

Sehingga, diduga hal itulah motif utama Jokdri menyuruh tiga anak buahnya melakukan perusakan barang bukti.

Penumpang Dikejutkan Kalajengking di Kabin Pesawat, Lion Air Bilang Itu Laba-laba

Menurut Dedi Prasetyo, Jokdri diduga merupakan aktor intelektual pencurian dan perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor, di mana sebelumnya sudah ditetapkan tiga tersangka.

Mereka adalah Muhammad Mardani alias Dani yang merupakan sopir Jokdri; Musmuliadi alias Mus, seorang office boy (OB) atau pesuruh di PT Persija; dan Abdul Gofar, pesuruh di PSSI.

Ketiganya diketahui memasuki kantor Komdis PSSI (bekas kantor PT Liga Indonesia) di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Padahal, kantor tersebut masih disegel petugas dengan garis polisi atau police line setelah sempat digeledah petugas.

Jupiter Fourtissimo Sempat Jualan Baju dan Buku Sebelum Kembali Diciduk Polisi karena Narkoba

Ketiga tersangka itu, dalam pemeriksaan Satgas Antimafia Bola, kata Dedi Prasetyo, mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel, dan laptop karena disuruh seseorang.

"Saudara J inilah yang menyuruh berdasarkan pengakuan tiga tersangka itu. Jadi diduga J sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan tiga orang tersangka itu untuk melakukan pencurian dan perusakan barang bukti di kantor yang sudah dipasangi garis polisi," bebernya.

Jokdri dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP dan atau pasal 265 KUHP dan atau pasal 233 KUHP.

Dugaan tindak pidana tersebut dilakukan Jokdri pada Jumat 1 Januari 2019, di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Jakarta Selatan. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved