Breaking News:

Rumah Duka Sprinter Indonesia Purnomo Yudhi Mulai Ramai Dikunjungi

Purnomo menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, setelah berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening.

Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Rumah duka mantan atlet sprinter Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi di Discovery Lumina Blok D-12, Pondok Aren, Tangerang Selatan sudah mulai ramai dikunjungi, Jumat (15/2/2019). 

Rumah duka mantan atlet sprinter Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi di Discovery Lumina Blok D-12, Pondok Aren, Tangerang Selatan sudah mulai ramai dikunjungi, Jumat (15/2/2019).

Purnomo Muhammad Yudhi menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, pagi tadi, setelah berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening.

Menurut keterangan putra pertama Purnomo Muhammad Yudhi, Gian Asiara, ayahnya sudah terkena penyakit kanker kelenjar getah bening sejak tahun 2015 silam.

Rumah duka mantan atlet sprinter Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi di Discovery Lumina Blok D-12, Pondok Aren, Tangerang Selatan sudah mulai ramai dikunjungi, Jumat (15/2/2019).
Rumah duka mantan atlet sprinter Indonesia, Purnomo Muhammad Yudhi di Discovery Lumina Blok D-12, Pondok Aren, Tangerang Selatan sudah mulai ramai dikunjungi, Jumat (15/2/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Sejak awal 2019, Purnomo Muhammad Yudhi yang juga disebut sebagai manusia tercepat di Asia pada masanya itu mulai rutin keluar masuk rumah sakit.

"Sudah empat tahun kena kanker kelenjar getah bening. Dari awal tahun sampai sekarang bolak balik rumah sakit, seminggu 2-3 kali," ucap Gian.

Gian melanjutkan, selama melawan kanker, ayahnya sudah menjalani sampai 5 kali kemoterapi.

"Beliau sudah lima kali kemo, di Indonesia 4 kali, di Singapura 1 kali," ucapnya.

Purnomo meninggalkan empat orang putra yakni Gian Asiara, Hanggara Adi Putra, Juan Prima Bara, dan Praditia Ramadhan.

Pria kelahiran Purwokerto, 12 Juli 1962 itu juga meninggalkan seorang istri, Endang Irmastiwi.

Pantauan Warta Kota, kediamannya kini terus didatangi saudara dan kerabat. Di depan rumahnya, terdapat tenda biru dengan puluhan kursi.

Karpet merah juga sudah membentang di garasi rumahnya.

Dari informasi yang didapat jenazah disemayamkan sementara di rumah duka sebelum dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, sore nanti.

Purnomo Muhammad Yudhi pernah mendapatkan dua medali emas pada SEA Games 1985 cabang olahraga lari untuk nomor 200 meter dan estafet 4 X 100 meter.

Pada 1984, Purnomo Muhammad Yudhi juga pernah menjadi perwakilan satu-satunya dari Asia dalam ajang Olimpiade Los Angeless yang lolos hingga di semifinal.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved