Breaking News:

Petugas Keamanan Stasiun MRT Disiram Secangkir Puding Kedelai, Mahasiswi Ini Langsung Masuk Bui

Seorang mahasiswi dipenjara karena menyiram secangkir minuman puding kedelai ke petugas kepolisian di stasiun MRT.

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Istimewa
Ilustrasi. 

Dia memperingatkan bahwa kemarahan ini dapat memicu respons emosional yang sama di China, yang dapat membahayakan orang Filipina yang bekerja tidak hanya di daratan, tetapi juga di Hong Kong dan Taiwan.

"Saya mengambil pandangan bertanggung jawab yang lebih besar yang mencakup orang-orang kami di China, di mana sedikit ledakan xenophobia reaktif dapat membuat mereka dalam masalah besar, belum lagi jadi hancur berkeping-keping oleh massa," katanya.

Juru bicara Mr Duterte, Salvador Panelo mengatakan dalam sebuah pesan teks:

"Jangan membuat keributan dari ini. Dia telah didakwa, untuk satu, dan dua, mereka sedang mempertimbangkan deportasi” katanya.

Namun dia menyarankan orang asing di Filipina untuk "selalu berperilaku (baik)". Apabila insiden seperti ini juga bisa begitu banyak penghinaan.

Trisakti Gelar Reuni Akbar, Peluncuran Trisakti Alumni Card dan Trisakti Connect Apps

Menaker Hanif Dhakiri: Jokowi Belum Sampai Lima Tahun, Sudah Tercipta 10.500.000 Lapangan Kerja

Menjelang Formula 1 2019, McLaren MCL34 Dirilis: Carlos Sainz Jr Langsung Jatuh Hati

Minta Maaf

Seorang pelajar seni Tiongkok yang memicu kemarahan publik di Filipina setelah dia melemparkan secangkir puding kedelai ke seorang perwira polisi.

Kini Zhang Jiale dipenjara dan menyesali perbuatannya.

Tak hanya dipenjara, Zhang Jiale setelah menjalani hukumannya langsung dideportasi oleh pihak imigrasi setempat.

Ini terjadi ketika pengacara untuk biro imigrasi merekomendasikan agar Zhang Jiale dideportasi.

Zhang Jiale pelajar Tiongkok yang melemparkan puding kedelai ke seorang petugas polisi kini dipenjara. (FOTO: POLISI NASIONAL FILIPINA, PAU MESIAS/FACEBOOK)
Zhang Jiale pelajar Tiongkok yang melemparkan puding kedelai ke seorang petugas polisi kini dipenjara. (FOTO: POLISI NASIONAL FILIPINA, PAU MESIAS/FACEBOOK) (istimewa)

"Suasana hati saya sedang buruk saat itu dan saya tidak bisa mengendalikan emosi saya. Saya merasa sangat menyesal," katanya kepada GMA News, Senin di penjara.

"Saya benar-benar minta maaf. Saya benar-benar bertanya apakah mungkin saya punya kesempatan lagi untuk saya ... Saya sangat suka Filipina ... Saya sangat suka orang Filipina," kata mahasiswa baru berusia 23 tahun di SoFA Design Institute.

Diketahui, ayah Zhang Jiale adalah seorang investor, dan tinggal di Filipina selama enam tahun.

Komisaris Imigrasi Jaime Morente menambahkan apabila biro keimigrasian tak akan mentolerir tindakan seperti Zhang Jiale, karena menunjukkan rasa tidak hormat kepada negara.

Tetapi pengacara Zhang, Sandra Respall menyebut insiden itu sebagai masalah kecil dan menjadi besar karena viraln di media sosial.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved