Gubernur Papua Serahkan Barang Bukti Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh KPK Senin Depan

Gubernur Papua Lukas Enembe melalui kuasa hukumnya pada Senin (18/2/2019) akan menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik Ditreskrimsus Polda

Gubernur Papua Serahkan Barang Bukti Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh KPK Senin Depan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pihak kuasa hukum Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening memberikan keterangan soal kliennya. 

SEMANGGI, WARTA KOTA -- Gubernur Papua Lukas Enembe melalui kuasa hukumnya memastikan bahwa pada Senin (18/2/2019) akan menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Penyerahan barang bukti itu terkait laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dikatakan Kuasa Hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening kepada Warta Kota, Jumat (15/2/2019).

"Senin depan, kita akan serahkan sejumlah barang bukti ke penyidik termasuk tas ransel hitam milik Kabid Keuangan Pemprov Papua, yang oleh penyelidik KPK dicurigai berisi uang, saat rapat di Hotel Borobudur beberapa waktu lalu," kata Stefanus Roy Rening kepada Warta Kota, Jumat (15/2/2019).

"Padahal isinya dokumen kertas dan sudah diperlihatkan kepada penyelidik KPK Wicaksono di Hotel Borobudur, malam itu," kata Stefanus Roy Rening lagi.

4 Simpatisan Prabowo Subianto yang Beralih Mendukung Joko Widodo (Jokowi)

Gaduh Ajakan Uninstall BukaLapak karena Cuitan Sang CEO. Netizen, Cepatlah Berakhir Pilpres

Penerimaan CPNS 2019 Tahap Pertama Sudah Dibuka, Simak Instansi dan Formasinya

Ini Dia Ramalan Zodiak Jumat (15/2): Pisces Ambisius, Taurus Pegang Kendali, Libra Selisih Paham!

Selain tas ransel hitam, kata Roy, pihaknya juga akan menyerahkan barang bukti lainnya yakni dokumen undangan pertemuan dan risalah rapat evaluasi anggaran yang digelar Pemprov Papua serta DPRD Papua di Hotel Borobudur.

"Semua barang bukti itu diminta penyidik untuk mendalami pelaporan kami bahwa telah ada pencemaran nama baik yang dilakukan KPK kepada Gubernur Papua dan jajaran Pemprov Papua," katanya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini antara KPK dan Pemprov Papua saling membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

KPK melaporkan dugaan adanya penganiayaan penyelidik KPK ke Ditreskrimum Polda Metro, sementara Pemprov Papua melaporkan dugaan pencemaran nama baik oleh KPK ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Dengan sejumlah barang bukti tambahan itu, kata Roy, pihaknya berharap kasus ini terang benderang.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved