Dua Warga Pakistan Dicurigai Sebagai Pemutilasi Dua WNI di Malaysia Gara-gara Hal Ini

Ada pun pelaporan tersebut, kata dia, dilakukan tepat sehari sebelum jenazah mutilasi ditemukan oleh PDRM, yakni pada 25 Januari 2019.

Dua Warga Pakistan Dicurigai Sebagai Pemutilasi Dua WNI di Malaysia Gara-gara Hal Ini
KOMPAS.COM / SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SEKRETARIS NCB Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte, mengutarakan kejanggalan yang ditemui dalam kasus mutilasi terhadap Ujang Nuryanto, bos tekstil asal Bandung dan teman wanitanya, Ai Munawaroh.

Napolean mengatakan, dua warga negara asing (WNA) asal Pakistan berinisial JIR dan A sempat melapor kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Padahal, keduanya dicurigai dan diduga sebagai pelaku mutilasi Nuryanto dan Ai Munawaroh.

"Anehnya dua orang ini melapor ke PDRM tentang hilangnya korban," ujar Napoleon di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

BREAKING NEWS: Polisi Pastikan Jenazah yang Dimutilasi di Malaysia Adalah Bos Tekstil Asal Bandung

Ada pun pelaporan tersebut, kata dia, dilakukan tepat sehari sebelum jenazah mutilasi ditemukan oleh PDRM, yakni pada 25 Januari 2019.

"Tanggal 25 Januari melapor," kata dia.

Napoleon menuturkan, dua orang tersebut sempat bertemu dan mengantar korban pergi berbelanja, dua hari sebelum pelaporan.

Dua WNI Dimutilasi di Malaysia, Ini Lima Faktanya

Mereka diketahui menemani korban di pusat perbelanjaan kenanga di wilayah Podo Kuala lumpur.

Lebih lanjut, jenderal bintang satu itu membeberkan, awal terungkapnya kasus ini karena adanya laporan dari pihak keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya ke Polda Jawa Barat.

Hal itu kemudian berlanjut, di mana PDRM menemukan tiga plastik yang berisi potongan tubuh manusia di pinggiran Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, pada 26 Januari 2019.

Jokowi Siapkan Jurus Mematikan Saat Debat Kedua Pilpres 2019 Lawan Prabowo, Apa Itu?

"Potongan tubuh tersebut tanpa kepala kemudian dilakukan penyelidikan identitas yang dibantu Inafis Polri dan dapat diidentifikasi salah satu potongan tubuh itu atas nama N identik dengan korban yang dinyatakan hilang," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved