Dinas Perhubungan Kota Tangerang Bakal Tindak Truk Tanah yang Beroperasi di Luar Pukul 20.00-05.00

DINAS Perhubungan Kota Tangerang akan meningkatkan pengawasan terhadap truk tanah yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Dinas Perhubungan Kota Tangerang Bakal Tindak Truk Tanah yang Beroperasi di Luar Pukul 20.00-05.00
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar 

DINAS Perhubungan Kota Tangerang akan meningkatkan pengawasan terhadap truk tanah yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Hal tersebut menyusul ditemukannya tumpukan tanah di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan, Tangerang, beberapa hari terakhir.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengakui, kejadian tersebut menjadi perhatian serius jajarannya, untuk menindak tegas truk pengangkut tanah jika beroperasi di luar jam yang telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 30/2012.

Menikah di Hari Valentine, Sejoli Ini Ingin Terus Romantis Hingga Kakek Nenek

"Dalam peraturan tersebut, mereka baru boleh beroperasi mulai pukul 20.00 hingga pukul 05.00," ujar Wahyudi kepada Warta Kota di ruang kerjanya, Neglasari, Kantor Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Jumat (15/2/2019).

Dengan demikian, ia mengaku saat ini tengah melakukan serangkaian koordinasi dengan jajaran kepolisian, untuk merumuskan sanksi yang akan diterapkan kepada para pengemudi truk tanah tersebut.

"Kami selalu bekerja sama dengan kepolisian untuk penerapan sanksi yang tepat. Misalnya kepolisian memeriksa kelengkapan administrasinya seperti SIM dan STNK, jika didapati kurang, mereka yang akan melakukan penindakan seperti tilang," paparnya.

Nikita Mirzani Tak Ingin Anak yang Dikandungnya Diakui Dipo Latief

"Dan kami memeriksa kelengkapan KIR jika dinilai kurang ya kami yang menindaknya," sambung Wahyudi.

Ia tidak menampik saat ini memang masih terdapat truk yang tetap masuk ke tengah kota pada siang hari. Dan tidak jarang kendaraan berbadan besar tersebut sering membuat arus lalu lintas sekitar menjadi macet serta membuat jalan menjadi licin karena muatan yang tercecer.

"Kami hanya menjalankan tugas berdasarkan peraturan yang berlaku. Untuk itu, petugas di lapangan kami minta untuk menghentikan setiap truk tanah yang melintas," ungkapnya.

Dua Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Saat Debat Kedua Pilpres 2019

Meski demikian, dirinya mengaku upaya untuk mempersempit ruang gerak truk tanah yang dilakukannya, tidak akan berjalan optimal tanpa ada peran serta dari masyarakat. Warga juga diminta turut melaporkan keberadaan truk tanah yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

"Jika masyarakat melihat keberadaan truk tanah yang beroperasi di siang hari, silakan laporkan kepada kami melalui aplikasi Tangerang Live. Insyaallah kami akan segera menindaklanjuti laporan tersebut," papar Wahyudi. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved