DBD Merenggut Nyawa Bocah SD di Kalideres, Sri Menangis Histeris di Makam Anaknya

Deman Berdarah Dangue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun di Kalideres, Jakarta Barat.

DBD Merenggut Nyawa Bocah SD di Kalideres, Sri Menangis Histeris di Makam Anaknya
Warta Kota/Joko Supriyanto
Deman Berdarah Dangue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun di Kalideres, Jakarta Barat. sang ibu, Sri Supriyatini Kusumawati tak kuasa menahan tangis dan terus mengelus-elus makan anaknya. (Warta Kota/Joko Supriyanto) 

Deman Berdarah Dengue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun.

Bocah tersebut diketahui tinggal di Kalideres Jakarta Barat.

Korban yang diketahui Neta Maria Dinata (7) meninggal dunia diduga karena DBD setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina, Cengkareng.

Meninggalnya anak kedua Parnomo (38) ini, menyisakan duka mendalam bagi anggota keluarga.

Bahkan sejumlah kerabat keluarga yang datang ke rumah duka Jalan Madrasah RT 03/01 Kalideres, tak kuasa menahan tangis atas musibah ini.

Terlebih korban dikenal masih kecil yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) kelas satu.

Ferrari Rilia Kendaraan Baru Sebastian Vettel

Tertangkap Basah Gasak Ponsel, Dua Pelaku Pencurian Babak Belur Dihajar Massa

Lion Air Sebut Penyebab Turbulensi Pesawat di Makasar Akibat Gangguan Cuaca

Saat jenazah dimakamkan di pemakaman Citra 1, Kalideres Jakarta Barat, sang ibunda korban Sri Supriyatini Kusumawati (45) yang turut hadir pun tak kuasa menahan kesedihananya.

Berkali-kali dirinya mengelus makam anaknya tersebut, sembari sesekali meneteskan air mata.

Sri, nampak goyah yang harus dibantu oleh dua orang anggota keluarganya ketika meninggalkan lokasi pemakaman usai jenazah disemayamkan.

Deman Berdarah Dangue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun di Kalideres, Jakarta Barat. sang ibu, Sri Supriyatini Kusumawati tak kuasa menahan tangis dan terus mengelus-elus makan anaknya. (Warta Kota/Joko Supriyanto)
Deman Berdarah Dangue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun di Kalideres, Jakarta Barat. sang ibu, Sri Supriyatini Kusumawati tak kuasa menahan tangis dan terus mengelus-elus makan anaknya. (Warta Kota/Joko Supriyanto) (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Sedangkan ayah korban Parmono nampak berusaha tegar meski hatinya pedih ditinggalkan anak kesayangannya.

Halaman
123
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved