News

Tempat Eksekusi Dua WNI Korban Mutilasi di Malaysia, Belum Diketahui

dua mayat yang sudah dimutilasi ditemukan.Yakni di sisi Sungai Buloh Selangor, Malaysia.

Tempat Eksekusi Dua WNI Korban Mutilasi di Malaysia, Belum Diketahui
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (15/1/2019). 

Semanggi, Warta Kota. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan dalam kasus mutilasi dua warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia, sampai saat ini Polisi Diraja Malaysia (PDRM) masih menyelidiki dan mendalami, dimana lokasi eksekutor atau lokasi pembunuhan sekaligus mutilasi kepada kedua korban, dilakukan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (15/1/2019).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (15/1/2019). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Yang baru diketahui kata Dedi adalah baru lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP) dimana dua mayat yang sudah dimutilasi ditemukan.Yakni di sisi Sungai Buloh Selangor, Malaysia.

"Untuk tempat kejadian perkara atau TKP penemuan mayat sudah diketahui sejak awal, tapi TKP atau lokasi pembunuhan serta lokasi saat pelaku memutilasi korban, masih diselidiki," kata Dedi kepada Warta Kota, Kamis (14/2/2019).

Karena dari hasil penyelidikan, katanya dipastikan bahwa lokasi pembunuhan dan lokasi pelaku memutilasi korban, bukanlah di lokasi dimana potongan jenazah ditemukan.

Seperti diketahui pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan anak buahnya Ai Munawaroh menjadi korban mutilasi di Malaysia. Potongan tubuh mereka ditemukan pada 26 Januari di Sungai Buloh, Malaysia.

Dedi mengatakan Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat serta Inafis dan PPATK, terus bekerjasama untuk mengungkap motif dan menemukan pelakunya.

Pihaknya kata Dedi turut membackup dan membantu penyelidikan danpengungkapan yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Saat ini katanya, PDRM telah mengamankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan berinisial JIR dan A. Keduanya merupakan rekan bisnis korban, Nuryanto.

"Dua WNA Pakistan terduga pelaku ini, sudah diamankan sejak tanggal 7 Februari lalu. Mereka rekan bisnis korban," kata Dedi kepada Warta Kota, Kamis (14/2/2019).

Dalam hukum acara Malaysia status keduanya masih saksi yang dicurigai. Karenanya PDRM punya waktu 14 hari penyelidikan, sejak menahan keduanya mulai 7 Februari, untuk menemukan bukti lagi agar keduanya menjadi tersangka.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved