Tambora dan Cengkareng Termasuk Dalam Kategori 92 RW Kumuh di Jakarta Barat

Hal tersebut merujuk pada indikator wilayah kumuh yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Tambora dan Cengkareng Termasuk Dalam Kategori 92 RW Kumuh di Jakarta Barat
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi. Petugas Penanganan Prasana Sarana Umum Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dengan sigap membersihkan saluran air dari berbagai jenis sampah dan lumpur agar arus air di saluran tersebut tidak terganggu dan bisa lancar mengalir ke sungai, Kamis (24/1/2019). 

Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Barat mencatat terdapat 92 RW yang dikategorikan sebagai wilayah kumuh.

Hal tersebut merujuk pada indikator wilayah kumuh yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Di mana jumlah total RW yang ada di Jakarta Barat yaitu sekitar 586 RW dari 56 kelurahan dan delapan kecamatan yang ada, 92 RW di antaranya masuk dalam ketegori kumuh.

Paling banyak di kawasan Tambora dan Cengkareng.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Barat, Suharyanti mengatakan, penerapan 92 RW kumuh di Jakarta Barat tersebut mengacu pada ketegori kepadatan penduduk hingga tata letak bangunan.

"Jadi, kita kan berpedoman pada BPS RW kumuh yang dikeluarkan oleh kantor BPS Provinsi itu ada 11 indikator RW kumuh itu ada tata letak bangunan, kepadatan penduduk," kata Suharyanti, Kamis (14/2/2019)

Tak hanya itu menurutnya, cara membuang sampah, sanitasi, jalan lingkungan dan pencahayaan yang masuk ke dalam lingkungan juga termasuk dalam ketagori pemukiman kumuh.

Dari semua indikator tersebut wilayah Kecamatan Tambora dan Cengkareng menjadi yang terbanyak memiliki RW kumuh.

Banyaknya RW kumuh di Tambora dan Cengkareng tersebut, menurutnya karena dua wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk yang padat.

Selain itu, juga banyak tata letak bangunan yang tidak sesuai.

"Tambora sama Cengkareng memang iya paling banyak di sana. Di Tambora itu delapan kelurahan semuanya ada. Kalau di Cengkareng cuma 6 kelurahan. Mayoritas di Tambora dan Cengkareng," ujarnya.

Suharyanti mengatakan, pihaknya pun sudah melakukan pengkajian terhadap puluhan RW kumuh tersebut. Untuk nantinya ditindak lanjuti dengan dilakukan penataan.

"Tentu ini masih perlu kajian bagaimana melakukan penataan nantinya ke depan, ini proses yang cukup panjang. Tapi, tentu akan kami tindak lanjuti," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved