Kadishub DKI Perintahkan Satpol PP Cek Kebenaran Tarif Parkir Mobil Rp 25 Ribu di Tanah Abang

Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko angkat bicara terkait harga parkir di kawasan Tanah Abang yang viral di media sosial.

Kadishub DKI Perintahkan Satpol PP Cek Kebenaran Tarif Parkir Mobil Rp 25 Ribu di Tanah Abang
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko di Balai Kota DKI. 

PELAKSANA tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko angkat bicara terkait harga parkir di kawasan Tanah Abang yang viral di media sosial.

Sebab, pemilik akun twitter @sopirTakol mengeluh karena tarif parkir di Tanah Abang yang mahal.

Ia pun mengunggah foto karcis parkir berwarna putih khusus untuk mobil, yang tertulis Rp 25.000.

Sigit Wijatmoko membantah tarif itu, ia mengatakan harga parkir di kawasan Tanah Abang telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2017.

Dalam Pergub diatur secara jelas tarif parkir untuk kendaraan roda empat ditetapkan minimal Rp 3.000 sampai maksimal Rp 12.000 per jam. Sedangkan untuk kendaraan roda dua telah ditetapkan tarif minimal Rp 2.000 sampai Rp 6.000 per jam.

"Harga parkir kendaraan di kawasan Tanah Abang sekarang dikelola oleh Pemprov. Itu diatur dalam Pergub 31 Tahun 2017, berapa tarifnya clear," ujar Sigit Wijatmoko saat dikonfirmasi, Kamis (14/2/2019).

YLKI Nilai Tarif Ojek Daring di Peraturan Baru Terlalu Tinggi

Sedangkan terkait harga sekali parkir mencapai Rp 25.000 ini, Sigit Wijatmoko mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP Jakarta Pusat untuk segera menindaklanjuti.

"Ya itu saya sudah tugaskan Kasatpol pusat untuk tindak lanjuti," katanya.

Sigit Wijatmoko mengimbau apabila ada masyarakat yang menemukan harga tak sesuai aturan, untuk segera melapor ke pihak Pemprov DKI untuk menghindarkan praktik parkir liar.

Akui Ajak Masyarakat Jangan Pilih Pemimpin Berengsek dan Gendeng, Ini Penjelasan Wiranto

"Masyarakat berhak melaporkan bila mendapati karcis parkir yang mencurigakan seperti itu," ucap Sigit Wijatmoko.

Ia pun menyarankan para pemilik kendaraan agar memarkirkan di tempat yang resmi, sebab parkir liar tak luput dari beragam risiko, seperti kehilangan kendaraan yang sudah pasti tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh penjaga parkir.

"Kita sarankan kepada masyarakat, ada risiko juga pakai parkir liar, risiko kehilangan, risiko ditertibkan petugas, atau risiko kena tarif yang tidak semestinya. Kita juga sudah tegaskan apa yang menjadi hak dari pengguna jasa parkir. Tiket itu hak, asuransi itu hak, juga layanan penggunaan jasa parkir sesuai aturan," jelas Sigit Wijatmoko. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved