Hari Valentine

Disdik Kota Bekasi Serahkan ke Orang Tua Soal Sanksi Anak Rayakan Hari Valentine

DINAS Pendidikan Kota Bekasi mengimbau para orang tua turut mengawasi anak-anaknya agar tidak merayakan Hari Valentine, Kamis (14/2/2019).

tr.dhgate.com
Ilustrasi Hari Valentine 

DINAS Pendidikan Kota Bekasi mengimbau para orang tua turut mengawasi anak-anaknya agar tidak merayakan Hari Valentine, Kamis (14/2/2019).

Selain bukan budaya Indonesia, perayaan tersebut dikhawatirkan bisa menurunkan akhlak anak ke arah negatif.

"Ini kan budaya luar yang tidak sesuai dengan ajaran agama, norma sosial maupun budaya nasional Indonesia," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi pada Kamis (14/2/2019).

Korsleting Listrik Bakar Lima Rumah di Kalideres

Ali mengatakan, imbauan ini bahkan diperkuat dengan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tertanggal 12 Februari 2019.

Dalam surat bernomor 430/2234-Set Disdik ini, pemerintah provinsi mengimbau kepada para sekolah di wilayah administrasi Jawa Barat agar tidak merayakan Hari Valentine di lingkungan sekolah.

Surat yang diterima oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada Kamis (14/2/2019) ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika.

Jusuf Kalla Sarankan Ahok Jalan-jalan Dulu Sebelum Kembali Terjun ke Politik

Tradisi Valentine di Beberapa Negara, Ada yang Makan Mi Hitam

Ini Hadiah Valentine Gamers, PUBG Lite PC Bisa Di-download Mulai Hari Ini, Ikuti 4 Langkah

"Dasarnya saja sudah ada dari dinas provinsi, karena itu kami minta agar sekolah tidak merayakan Hari Valentine di lingkungan sekolah," papar Ali.

Kadisdik Kota Bekasi Ali Fauzi juga mengimbau orang tua murid  turut membantu mengawasi aktivitas anak masing-masing di luar sekolah

Menurut Ali Fauzi, surat itu juga mengimbau agar Kepala Dinas Pendidikan di tingkat kota maupun kabupaten, menginstruksikan kepada para sekolah melakukan pemantauan.

Sekolah yang dimaksud adalah jenjang  SD dan SMP untuk memantau kegiatan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dari tingkat I sampai XIII pada Dinas Pendidikan Jawa Barat memantau kegiatan siswa SMA/SMK/SLB di wilayah masing-masing.

Toni tengah merapikan boneka dan bunga valentine yang dijual di tokonya, Jumat (8/2/2019).
Toni tengah merapikan boneka dan bunga valentine yang dijual di tokonya, Jumat (8/2/2019). (Warta Kota/Adhy Kelana)

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan surat edaran di tingkat kota terkait larangan itu.

Rencananya, pada Kamis siang, surat tersebut akan disebarkan ke seluruh sekolah tingkat SD maupun SMP di Kota Bekasi.

Soal Puisi Doa yang Ditukar Karya Fadli Zon, Mahfud MD: Pantas Tidak Dipilih Jadi Wakil Rakyat?

"Walaupun suratnya dibuat saat hari perayaan, tapi tetap kita minta sekolah mengawasi anak didiknya sampai akhir Bulan Februari ini," kata Inay.

Inay mengatakan, pengawasan dilakukan sampai akhir Februari karena nuansa Hari Valentine biasanya masih terasa sampai pergantian bulan. Karena itu, guna menghindari hal negatif terjadi di kalangan pelajar, maka lembaganya meminta agar sekolah melarang dan mengawasi peserta didiknya.

"Bila ada yang terbukti melakukan perayaan itu, kita tidak bisa memberikan sanksi. Namun, sanksi kita berikan ke orang tuanya masing-masing, dan kita hanya memberikan pemahaman tentang budaya luar ini," jelas Inay. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved