All England 2019

Susy Susanti Sebut Undian All England Bagian Dari Resiko Pemain Non Unggulan

Susy mengatakan risiko itu menjadi tantangan bagi PBSI untuk menyusun program dan strategi turun dalam berbagai turnamen.

Susy Susanti Sebut Undian All England Bagian Dari Resiko Pemain Non Unggulan
PBSI
Susy Susanti 

UNDIAN All England 2019 sudah dikeluarkan dan para pemain ganda campuran Indonesia mendapat undian yang kurang menguntungkan.

Namun, hal itu dianggap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti sebagai risiko pemain non-unggulan.

"Itulah risiko jika pemain-pemain kami berada di bawah peringkat delapan besar dunia. Mereka bisa saling berhadapan pada laga awal. Tapi jika para pemain masuk delapan besar, peluang mereka untuk saling berhadapan bisa terjadi pada perempat final," kata Susy di pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (13/2/2019).

Susy mengatakan risiko itu menjadi tantangan bagi PBSI untuk menyusun program dan strategi turun dalam turnamen agar para atlet mereka bisa naik peringkat delapan besar dan berpeluang lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

"Kami dan para pelatih akan menyiapkan program dan strategi bagaimana pemain dapat mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade, termasuk memantau keikutsertaan tim lawan dalam turnamen," kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu dikutip dari Antaranews.

Ada Sanksi Persija Jakarta untuk Marko Simic

Meskipun menerima risiko undian All England 2019, Susy mengaku skeptis dengan mekanisme undian yang dilakukan panitia turnamen menyusul beberapa kali ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon harus berhadapan dengan sesama ganda putra lain Merah-Putih pada putaran awal.

"Mereka bilang itu sudah sistem komputer. Tapi, kami merasa seakan tidak diundi karena pemain-pemain kami sering mengalami itu dan harus berhadapan dengan sesamanya," kata Susy yang menambahkan kejadian itu dialami pula para pemain China dan Jepang.

PSBI pun tetap menerima dan mengambil sisi positif dari hasil undian yang didapatkan para pemain Indonesia dalam turnamen tingkat Super 1000 itu.

"Setidaknya, ada pemain-pemain kami yang lolos ke pertandingan putaran berikutnya dan menambah perolehan poin mereka," katanya.

Susy menambahkan tim binpres PBSI akan memantau hasil pertandingan yang dicapai para pemainnya dalam turnamen lain jika dalam All England tidak bisa menghadapi pemain negara lain.

"Seperti Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang ikut dalam tiga turnamen. Kami memantau perkembangan mereka dari turnamen di Spanyol dan Jerman dan bukan hanya di All England saja," katanya.

Laga Leg 1 Antara Persib Kontra Arema Dipindah ke Tanggal 18 Februari 2018

Sebelumnya, empat pasangan atlet bulu tangkis nomor ganda campuran Indonesia akan saling menjegal pada pertandingan putaran pertama All England 2019 yang akan berlangsung pada 6-10 Maret.

Empat pasangan ganda campuran itu adalah Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Tontoi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Ganda Hafiz/Gloria yang menjadi pasangan unggulan delapan dalam turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu harus berhadapan dengan Praveen/Melati pada laga pertama.

Pemenang dari "perang saudara" itu berpeluang kembali melawan sesama pasangan Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada laga kedua jika mereka lolos ke putaran kedua.

Kemudian, Tontowi yang berpasangan dengan Winny dalam rangkaian turnamen Eropa pertama mereka itu harus menghadapi Alfian/Marsheilla.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved