Suaminya Terancam Hukuman Gantung di Malaysia, Asnawati Sijabat Kirim Surat ke Jokowi

Asnawati Sijabat meminta pertolongan kepada Jokowi lewat secarik kertas yang diposting di akun media sosialnya, Rabu (13/2/2019)

Editor: Panji Baskhara
TRIBUN MEDAN/Kolase
Asnawati Sijabat kirim surat ke Presiden Joko Widodo lantaran sang suami Jonatan Sihotang terancam hukuman gantung di Malaysia. Sang suami dihukum mati karena membunuh majikannya yang tak berikan gaji selama setahun lebih. (TRIBUN MEDAN/Kolase) 

Asnawati Sijabat istri dari Jonatan Sihotang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pematangsiantar yang terancam hukuman mati mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Asnawati Sijabat meminta pertolongan kepada Jokowi lewat secarik kertas yang diposting di akun media sosialnya, Rabu (13/2/2019)

Asnawati Sijabat mengharapkan Jokowi memberikan bantuan agar suaminya terlepas dari ancaman hukuman mati karena membunuh majikannya di Penang, Malaysia.

Asnawati Sijabat juga mengungkapkan alasan suaminya membunuh majikannya karena tidak mendapatkan upah selama satu tahun.

Berikut kutipan pesan Asnawati Sijabat kepada Presiden Joko Widodo:

"Surat untuk Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo. Pak presiden Joko Widodo, saya atas nama Asnawati Sijabat istri dari Jonathan Sihotang,"

"Permohonan kepada bapak presiden Joko Widodo agar menolong suami saya yang saat ini terancam hukuman mati/gantung, karena telah membunuh majikannya lantaran gajinya selama satu tahun tidak dibayar,"

"Saya selaku istrinya tidak dapat berbuat apa-apa selain bermohon kepada bapak presiden Jokowi untuk menolong suami saya. Saya dan suami saya orang tidak mampu. Itu sebabnya kami bekerja di Malaysia. Tolonglah Pak Jokowi.

"Atas bantuanya saya ucapkan terima kasih. Semoga Tuhan yang maha kuasa membalas semua kebaikan bapak,"demikian isi surat Asnawati.

Sebelumnya Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia memastikan terus memberikan bantuan hukum terhadap Jonathan Sihotang.

Jonathan Sihotang, sebagai tenaga kerja Indonesia asal Pematangsiantar yang terancam hukuman mati di negeri jiran itu.

Kala SBY Setia Mendampingi Ibu Ani yang Dirawat di Singapura

Ani Yudhoyono Kanker Darah, Kenali Penyakit Ini Seperti Apa Gejalanya?

7 Hari Hilang, Valerie Ditemukan Tewas Terikat dalam Koper, Mantan Pacar Ditangkap

Hal ini terungkap melalui surat KBRI kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar tertanggal 22 Januari 2019 yang diteken oleh Soeharyo Tri Sasongko selaku Sekretaris Pertama Sekuler KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia.

“KBRI melayangkan surat ke kami menyusul surat yang kami layangkan sebelumnya ke sana, 27 Desember 2018 lalu tentang permohonan bantuan hukum kepada Jonathan Sihotang,” kata Parluhutan Banjarnahor dari LBH Pematangsiantar, Rabu (23/1/2019).

Menurut Parluhutan, dalam surat balasan KBRI itu disebutkan, merujuk pada Pasal 18 Jo Pasal 19 huruf b Undang-undang Nomor 37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, Pemerintah RI melalui KBRI Kuala Lumpur akan memberikan perlindungan dan bantuan hukum secara proporsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved