SMK di Garut Usulkan UNBK bukan Pakai Laptop Tapi Smartphone

"Sekolah tidak memiliki kelengkapan laptop dan komputer secara utuh. Barangkali kalau tidak memungkinkan, kita bisa mencoba UN menggunakan ponsel,

SMK di Garut Usulkan UNBK bukan Pakai Laptop Tapi Smartphone
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
SEJUMLAH siswa tengah mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 tingkat SMP di SMPN 1 Jakarta, Senin (23/4/2018). 

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Garut memberikan usulan mengenai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) menggunakan ponsel pintar atau smartphone.

Usulan ini muncul karena UNBK dinilai masih menyulitkan beberapa sekolah di Garut.

"Sekolah tidak memiliki kelengkapan laptop dan komputer secara utuh. Barangkali kalau tidak memungkinkan, kita bisa mencoba UN menggunakan ponsel," ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (12/2/2019).

Menurut Dadang, usulan UNBK menggunakan ponsel pintar ini lebih memudahkan para siswa, karena banyak siswa telah memiliki ponsel berbasis Android atau iOS.

Selain itu, pihak SMKN 1 Garut juga akan menyampaikan usulan ini ke pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) dan Direktorat Pendidikan SMK.

"Kami sedang menuju usul ke Kemendikbud, dan juga diusulkan ke provinsi untuk tidak jadi masalah," ujar Dadang.

Sembari menunggu konfirmasi dari pihak Kemendikbud, Dadang juga akan menyiapkan jelang UNBK menggunakan ponsel pintar.

"Kita lagi mengusulkan dan mau mencoba dulu (simulasi) menggunakan ponsel pintar, kita kan juga perlu menyiapkan server-nya, dan disosialisasikan dulu dengan orangtua siswa dan para siswa," kata Dadang.

"Ini untuk memudahkan anak-anak agar tidak lelah ketika menunggu UNBK, karena kelas 3 yang ikut ada 844 orang ada 3 shift," ujar dia.

Dadang mengungkapkan, jika usulan ini tidak diterima, maka pihak sekolah mau tidak mau tetap melaksanakan UNBK sesuai prosedur semestinya.

Selain itu, Dadang mengungkapkan bahwa usulan UNBK menggunakan ponsel pintar tidak memberi celah siswa untuk berbuat kecurangan.

"Saya tidak mau adanya kecurangan. Kami menjunjung tinggi spotivitas. Saya tidak setuju kalau seperti itu," ujar Dadang.

Sementara, SMKN 1 Garut memiliki fasiitas laboratorium komputer, namun banyaknya komputer tidak sebanyak peserta UNBK di sekolah ini.

Sehingga, Dadang mengusulkan ingin mencoba simulasi UNBK menggunakan ponsel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SMKN 1 Garut Usulkan Ujian Nasional Gunakan Ponsel",
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Bayu Galih

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved