Revitalisasi JPO Ramah Disabilitas di Jakarta Berjalan Lambat

Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang hendak direvitalisasi tak kunjung dibangun hingga saat ini.

Revitalisasi JPO Ramah Disabilitas di Jakarta Berjalan Lambat
Warta Kota/Dwi Rizki
JPO Sumarno di Jalan Sumarno, tepatnya seberang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Jakarta Timur pada Rabu (13/2/2019). (Warta Kota/Dwi Rizki) 

Visi besar Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk mewujudkan kota ramah disabilitas rupanya lambat terlaksana.

Pasalnya, sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang hendak direvitalisasi tidak kunjung dibangun hingga saat ini.

Kenyataan pahit itu terlihat dari sejumlah proyek revitalisasi JPO yang ditargetkan Dinas Bina Marga DKI Jakarta selesai pada tahun 2018.

Diantaranya sebanyak 11 JPO di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, antara lain JPO Ratu Plaza, JPO Bendungan Hilir dan JPO Karet Sudirman.

Selain itu, JPO Bumi Putera, JPO Dukuh Atas, JPO Tosari, JPO Bundaran Hotel Indonesia, JPO Sarinah, JPO Sari Pasifik dan JPO Bank Indonesia dan JPO Dewi Sartika

Sedangkan, JPO Jelambar, JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno (GBK) dan JPO Bundaran Senayan telah direvitalisasi.

Hanya saja belum dilengkapi dengan lift sebagai penunjang disabilitas, lansia atau ibu hamil.

Hal tersebut disampaikan Kadis Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho.

Walau dirinya enggan merinci kendala terkait revitalisasi JPO ramah disabilitas tersebut, sejumlah JPO yang dibangun katanya akan selesai dalam waktu dekat.

"JPO bunderan Senayan sudah jadi tinggal liftnya, JPO GBK juga sama, JPO Polda akhir Febuari 2019 selesai dan masih menunggu lift juga. Untuk JPO Dewi Sartika masih tahap design," ungkapnya dihubungi pada Rabu (13/2/2018).

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved