Pekerjaan Rampung, LRT Kelapa Gading-Velodrome Tinggal Tunggu Izin Operasional Kemenhub

PEMBANGUNAN fasilitas kereta cepat Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome telah selesai dilakukan.

Pekerjaan Rampung, LRT Kelapa Gading-Velodrome Tinggal Tunggu Izin Operasional Kemenhub
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pembangunan proyek kereta cepat Light Railway Transit (LRT) di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, terus dikebut seperti tampak pada Jumat (8/2/2019). Pembangunan LRT tersebut diharapkan bisa dinikmati warga Jakarta pada 2019 ini. 

PEMBANGUNAN fasilitas kereta cepat Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome telah selesai dilakukan.

LRT Fase 1 itu kini hanya menunggu terbitnya izin operasional sebelum resmi beroperasi. Kabar baik tersebut disampaikan oleh Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin. Pembangunan LRT Kelapa Gading-Velodrome kini telah mencapai 100 persen.

Target peroperasian pada akhir Februari 2019 mendatang, katanya, tidak akan meleset dari target pengoperasian LRT sebelumnya, yakni ketika perhelatan Asian Games 2018, tepatnya pada Agustus 2018.

Dua WNI Dimutilasi di Malaysia, Ini Lima Faktanya

Walau begitu, pihaknya masih menunggu izin operasional dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Izin tersebut, katanya, tertahan lantaran sertifikat layak operasi dari Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan belum terbit, padahal pengujian sarana dan prasarana LRT sudh dilakukan sejak pekan lalu.

"Hasil rekomendasi dan sertifikat layak operasi Kemenhub itu menjadi landasan Dinas Perhubungan DKI mengeluarkan izin operasional," ungkapnya dihubungi pada Selasa (12/2/2019) malam.

Pengujian, lanjutnya, meliputi seluruh fasilitas LRT sepanjang 5,8 kilometer itu, di antaranya stasiun, jalur kereta, area parkir kereta, hingga area pemeliharaan kereta di Depo Kelapa Gading.

Era 90-an Penuh Kenangan Bagi Ridwan Kamil, Mulai dari Diputusin Pacar Pertama Sampai Ditinggal Ayah

"Sekarang pengujian fokus ke prasarana, yaitu stasiun dan deponya. Semua sudah dicek dan kita sedang menyelesaikan proses proses perizinan itu," paparnya.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengungkapkan, pihaknya belum dapat menetapkan izin operasional diterbitkan. Sebab, proses rekomendasi sekaligus sertifikasi yang dilakukan pihak Kementerian Perhubungan masih dalam pembahasan.

Sebab, lanjutnya, bukan hanya terkait izin operasional semata, tetapi meliputi integrasi antar-moda transportasi, yakni LRT dengan Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT), Transjakarta, JakLingko, serta Commuter Line.

Gaji Guru SMP di Gresik yang Dilecehkan Siswanya Cuma Rp 450 Ribu per Bulan

"Integrasi menjadi kunci keberhasilan. Assessment (penanganan) rute angkutan umum maupun assessment terhadap potensi park and ride (ruang parkir) sebagai bagian dari simpul integrasi angkutan itu sendiri," jelasnya dihubungi pada Rabu (13/2/2019).

"Perhatian sekarang difokuskan pada aspek administrasi perizinan pengoperasian dan integrasi antar-moda transportasi dalam sistem manajemen angkutan umum yang baik," terangnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved