Penganiayaan Pegawai KPK

Merasa Dikriminalisasi KPK, Gubernur Papua Bakal Mengadu ke Komisi III DPR

GUBERNUR Papua Lukas Enembe melalui kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening, akan menemui anggota Komisi III DPR.

Merasa Dikriminalisasi KPK, Gubernur Papua Bakal Mengadu ke Komisi III DPR
Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Kuasa hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening usai bertemu penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (11/2/2019). 

GUBERNUR Papua Lukas Enembe melalui kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening, akan menemui anggota Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum, HAM, dan keamanan, Rabu (13/2/2019).

Mereka akan melaporkan adanya upaya kriminalisasi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (2/2/2019) malam lalu di Hotel Borobudur, Jakarta, yang berujung gagal.

Kuasa Hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening mengatakan, laporan dan pengaduan ke Komisi III DPR ini dipandang sangat perlu dilakukan.

Sebut KPK Rusak Citra Gubernur Papua, Kuasa Hukum: Penegakan Hukum Harus Beradab, Tidak Biadab

"Karena sangat jelas dan terindikasi kuat, ada upaya kriminalisasi oleh KPK terhadap Gubernur Papua melalui OTT yang gagal. Karenanya kami akan melaporkan ini ke Komisi III DPR," kata Stefanus Roy Rening.

Bahkan, karena gagalnya OTT atas Gubernur Papua di Hotel Borobudur saat itu, kata Stefanus Roy Rening, KPK menggeser isu dengan menuding adanya penganiayaan terhadap penyelidik KPK oleh sejumlah pegawai Pemprov Papua saat itu.

Dan kemudian, kata dia, KPK membuat laporan polisi mengenai dugaan pengeroyokan dan penganiayaan pegawai KPK di Hotel Borobudur, saat memata-matai Gubernur Papua.

Keluarga Korban Tragedi Trisakti Dukung Jokowi, Berharap Negara Minta Maaf

"Kami Tim Hukum Pemprov Papua meminta Komisi III DPR RI segera memanggil pimpinan KPK untuk menjelaskan upaya kriminalisasi Gubernur Papua melaui OTT yang gagal. Apalagi ada upaya menghilangkan barang bukti berupa menghilangkan WhatsApp (WA) Group dengan nama Bubar atau Buruan Baru oleh oknum KPK," beber Stefanus Roy Rening.

Adanya WA Group itu, kata Stefanus Roy Rening, diketahuinya saat melihat HP salah satu penyelidik KPK yang gagal OTT dan sempat diamankan pihaknya di Hotel Borobudur.

"Di grup WA itu semua bukti upaya kriminalisasi lewat percakapan antara mereka sangat jelas. Namun, konon grup WA ini sudah dihapus alias blank pada tanggal 3 Februari 2019 sekitar pukul 4 pagi, setelah kejadian di Hotel Borobudur. Karenanya kami meminta agar dilakukan audit forensik terhadap HP yang digunakan pegawai KPK malam itu," pinta Stefanus Roy Rening.

Jokowi Beli Lukisan Rp 10 Juta Tanpa Menawar, Pelukisnya Bilang Presiden Tahu Karya Seni Bagus

Dengan begitu, ia yakin semua fakta bahwa ada upaya kriminalisasi terhadap Gubernur Papua akan terkuak.

Sedangkan untuk dugaan penganiayaan pegawai KPK sendiri, kasusnya sudah ditangani Polda Metro Jaya. Statusnya bahkan sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Untuk kasus ini, polisi sudah memeriksa 11saksi mulai dari petugas keamanan Hotel Borobudur, resepsionis, petugas CCTV hotel, karyawan hotel, dokter yang memeriksa dan mengoperasi penyelidik KPK sebagai korban, dan lainnya.

Polisi juga akan memeriksa sejumlah orang dari pihak Pemprov Papua, mulai dari Sespri Gubernur Papua hingga Sekda Provinsi Papua. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved