Ani Yudhoyono Kanker Darah, Ini Gejala Awal dan Ciri Orang yang Rentan Terkena Kanker Darah

Mantan ibu negara Ani Yudhoyono divonis menderita kanker darah. Hal tersebut diungkapkan Susilo Bambang Yudhoyono melalui konferensi pers di Singapura

Ani Yudhoyono Kanker Darah, Ini Gejala Awal dan Ciri Orang yang Rentan Terkena Kanker Darah
@aniyudhoyono
Ani Yudhoyono dirawat di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura karena menderita kanker darah. Dia ditemani cucu, kedua anaknya, dan menantunya. 

"Dengan segala hormat, saya ikut merasakan apa yang dihadapi Bu Ani dan kami berdoa Bu Ani segera diangkat penyakitnya oleh yang maha kuasa," tutur Moeldoko.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mendoakan Ani Yudhoyono yang sedang sakit.

"Ya tentu saya merasa mari kita mendoakan agar Ibu Ani bisa kembali sembuh dari penyakitnya," kata JK, ditemui di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

JK pun mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kesehatan Ibu dari Agus Yudhoyono Harimukti (AHY) dapat segara pulih kembali.

"Mendoakan seluruh rakyat Indonesia sebagai mantan ibu negara sangat penting. Sama-sama mendoakan agar kesembuhan beliau," papar JK.

Sedangkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyakan berniat menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat menghadiri diskusi di Posko Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

"Pak Prabowo ada niat untuk menjenguk," cetus Fadli Zon.

Saat ini Prabowo Subianto sedang mencari waktu yang tepat untuk menengok mantan Ibu Negara tu.

"Pak Prabowo berusaha untuk menengok, tapi berusaha untuk intensif, maksudnya waktunya belum tepat," jelasnya.

Fadli Zon mengatakan, Prabowo Subianto telah berkomunikasi dengan keluarga Yudhoyono, menanyakan kondisi terkini. Ia berharap Ani Yudhoyono dapat segera pulih dan beraktivitas seperti sedia kala.

"Saya kira kita ikut mendoakanlah supaya Bu Ani Yudhoyono lekas sembuh, bisa lekas pulih dari penyakitnya," ucapnya.

Jokowi dan Prabowo Berniat Jenguk Ani Yudhoyono ke Singapura

VIDEO: Ibu Ani Kanker Darah, SBY Berterimakasih ke Jokowi

Ibu Ani Yudhoyono Derita Kanker Darah, Ini Transkrip Lengkap Konferensi Pers SBY

Gejala Awal Kanker Darah

Mantan ibu negara Ani Yudhoyono divonis menderita kanker darah.

Dilansir Kompas.com, darah memiliki peran penting di dalam tubuh.

Maka dari itu, setiap orang yang kekurangan darah harus segera mendapatkan penanganan cepat.

Misalnya, seseorang yang mengalalami kecelakaan dan mengeluarkan banyak darah harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah.

Begitu juga dengan orang yang menderita kelainan darah.

Tanpa penanganan serius, seseorang yang mengalami kelainan darah tidak akan bertahan hidup lama.

Kelainan darah umumnya sudah terjadi sejak kecil karena merupakan turunan atau bersifat genetik.

Meskipun merasa sakit, anak-anak biasanya tidak bisa mengenali penyakit pada tubuhnya.

Karena itu, perhatian orang tua tidak boleh luput dari anak.

"Jangan remehkan setiap keluhan anak," kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan.

Sebab, bisa jadi, keluhan sang anak merupakan gejala dini adanya penyakit serius.

Semakin cepat diperiksa, semakin besar kemungkinan anak sembuh.

Jika anak menderita kanker darah, orang tua masih bisa melihat gejalanya.

Misalnya, ia pucat dan lesu. Ini diakibatkan anak kekurangan sel darah merah.

Anak juga mengalami demam karena infeksi.

"Demamnya sembuh jika diberi obat, tapi tak lama demam lagi," kata Edi.

Gejala lainnya, anak mengalami pendarahan seperti yang terjadi pada penderita demam berdarah.

Pendarahan bisa berupa mimisan, bintik-bintik merah pada kulit, dan buang air berdarah.

Ini terjadi karena keping darah merah anak sangat rendah.

Leukimia bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti hati, leher, gusi, testis, dan tulang.

"Anda perlu waspada jika anak mengeluh tulangnya sakit," kata Edi

Pada kelainan darah seperti talasemia dan hemofilia, pendarahan bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan calon ibu atau ayah.

"Penyakit ini tidak dapat diobati tetapi dapat dicegah, yakni melalui pemeriksaan pra nikah," kata dokter spesialis hematologi anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Pustika Amalia Wahidiyat.

Pemeriksaan pranikah penting karena penderita talasemia dan hemofilia berpotensi menurunkan penyakit ini pada anaknya kelak.

Berdasarkan data pusat talasemia Jakarta, terdapat 100 pasien talasemia baru setiap tahunnya. Pemicunya adalah kurangnya kesadaran calon orang tua melakukan pemeriksaan.

Begitu pula dengan penderita hemofilia.

Hemofilia lebih sering terjadi pada anak lakilaki, sedang anak perempuan sebagai pembawa sifat (carrier).

Seorang perempuan carrier dapat melahirkan anak laki-laki hemofilia.

Sedangkan pria hemofilia yang menikahi wanita normal akan melahirkan anak perempuan carrier.

Istana Kirim Dokter Terawan ke Singapura, Ani Yudhoyono Sakit Apa?

Ini Nama-nama Pelaku Penganiayaan Taruna Akpol, Kronologi dan Sosok Pemecat Anak Kombes dan Jenderal

Jusuf Kalla Ternyata Tidak Setuju Ahok Gabung Tim Sukses Jokowi di Pilpres, Ini Alasannya

Ciri Orang Rentan Kanker Darah

Melansir Grid.id dari Cancer Center dan Cancer Canada, leukimia ternyata menyerang orang-orang tertentu.

Apa saja ciri orang yang rentan dan berisiko terkena kanker ini?

1. Berjenis kelamin laki-laki dan berusia lanjut

Berdasarkan penelitian, laki-laki ternyata lebih rentan terserang leukimia dibandingkan perempuan.

Health Harvard juga mencatat bahwa leukimia dialami paling banyak oleh orang berusia lanjut.

Risiko manusia menderita leukimia akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia mereka.

Namun jika menyerang anak-anak, maka kanker ini akan dialami mereka yang berusia di bawah 10 tahun.

2. Belum tentu memiliki keturunan kanker dalam keluarganya

Tidak seperti kanker lainnya, leukimia ini cukup unik.

Kebanyakan penderita justru tidak memiliki riwayat kanker yang sama di dalam keluarga mereka.

Namun ada jenis leukimia tertentu seperti chronic lymphomatic leukemiayang berisiko menyerang anggota keluarga penderita.

3. Suka merokok

Seperti yang kita ketahui, kebiasaan merokok bisa menimbulkan banyak penyakit.

Selain penyakit jantung dan paru-paru, merokok juga bisa membuat kita berisiko menderita leukimia.

Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat yang dilansir dari The New York Post, merokok meningkatkan risiko leukimia sebesar 30 persen.

4. Sering terpapar radiasi atau mencium bahan berbahaya

Terlihat sepele, tapi orang yang sering melakukan hal ini sangat rentan menderita leukimia.

Sebagai contoh adalah orang yang tinggal di kawasan yang terpapar nuklir.

Awalnya, mereka yang terpapar nuklir tidak akan merasakan apapun.

Namun setelah 6 sampai 8 bulan berlalu, gejala leukimia atau kanker lain akan mulai nampak.

Orang yang bekerja di kawasan pabrik dan kerap mencium bahan kimia seperti benzena dalam bensin atau formaldehida di pabrik juga berisiko terkena leukimia.

5. Menderita down syndrome

Sejak tahun 1930, penelitian telah menunjukkan bahwa down syndromesangat terkait dengan leukimia.

Menurut Children With Cancer, anak-anak Down Syndrome memiliki gangguan pada pembentukan sel darah merah mereka.

Gen dan gangguan inilah yang menyebabkan mereka lebih mudah terkena kanker ini.

6. Mengonsumsi obat-obatan dan terpapar pestisida

Dilansir dari Cancer.org, anak-anak dan orang dewasa yang sering mengonsumsi obat tertentu lebih rentan terkena leukimia.

Beberapa obat yang dimaksud adalah cyclophosphamide, chlorambucil, etoposide dan teniposide.

Penderita biasanya akan mulai menderita leukimia sekitar 5 sampai 10 tahun setelah mengonsumsi obat-obat tersebut.

Kanker darah pada anak-anak juga kemungkinan diakibatkan oleh penggunaan pestisida saat mereka masih kecil atau bahkan dalam kandungan.

7. Pernah menjalani pengobatan kanker

Terapi kanker lain biasanya menggunakan kemoterapi dan terapi radiasi.

Sayangnya, kedua pengobatan ini juga meningkatkan risiko leukimia untuk masa depan penderita.

8. Punya imun yang lemah dan pernah menjalani transplantasi organ

Anak-anak yang pernah menjalani transplantasi organ memiliki kemungkinan besar terkena leukimia.

Begitu pula dengan mereka yang memiliki sistem imun yang lemah sehingga mudah terserang penyakit.

Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved