Akhir Bulan Ini Beroperasi, Tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Apabila pemerintah menetapkan skema BOT, PT Jakpro, katanya, siap mengelola kereta cepat tersebut pasca-selesai pembangunan.

Akhir Bulan Ini Beroperasi, Tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome Masih Tunggu Keputusan Pemerintah
Warta Kota/Alex Suban
Reporter Warta Kota Anggie Lianda Putri mencoba membeli tiket di mesin Ticket Vending Machine di Stasiun kereta Light Rail Transit (LRT) Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, saat uji coba menuju Stasiun Kelapa Gading, Jakarta Utara PP, Kamis (13/9/2018). 

JELANG beroperasinya kereta cepat Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome yang ditargetkan pada akhir Februari 2019, besaran tarif masih belum ditetapkan.

Padahal, pembangunan infrastruktur kereta cepat sepanjang 5,8 kilometer itu telah selesai dilakukan, dan kini hanya menunggu terbitnya izin operasional dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Belum ditetapkannya besaran tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome tersebut, menurut Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin, karena masih menunggu keputusan pemerintah terkait skema kerja sama. Sebab, skema kerja sama mempengaruhi besaran subsidi atas tarif.

Jawab Tudingan Prabowo Subianto Soal Kebocoran Anggaran, Jokowi: Bocor! Bocor! Bocor!

"Apakah bangun serah guna atau BTO (Build Transfer Operate), atau bangun guna serah atau BOT (uild Operate Transfer), internal kami juga lakukan pembahasan," ungkapnya dihubungi pada Selasa (12/2/2019) malam.

Skema kerja sama antara BTO dengan BOT, jelasnya, tidak hanya sebatas penetapan besaran tarif, termasuk subsidi, tetapi secara langsung menetapkan pihak pengelola LRT Fase 1 tersebut.

Apabila pemerintah menetapkan skema BOT, PT Jakpro, katanya, siap mengelola kereta cepat tersebut pasca-selesai pembangunan. Terlebih, sejumlah fasilitas, khususnya kereta, masih dalam perlindungan asuransi dalam waktu dua tahun mendatang.

Jelang Hari Dilan, Ridwan Kamil Janjikan Bangun Taman Dilan di Bandung

"Kalau memang pakai BOT kami siap, biaya perawatan sarananya kan masih garansi dua tahun, jadi tahap awal operasi tidak terlalu membebani biaya perawatan," paparnya.

Terkait hal tersebut, Iwan mengaku pihaknya telah berulang kali melakukan workshop bersama PT Transjakarta, khususnya mengenai integrasi Stasiun LRT Kelapa Gading-Velodrome dengan sejumlah Halte Transjakarta.

"Kami sudah melakukan workshop, sharing dengan PT TransJakarta, bagaimana sistem ticketing, jadwal, dan sebagainya. TransJakarta juga akan menyesuaikan perpanjangan halte untuk memfasilitasi penumpang LRT," paparnya.

Tunggu Izin Operasional

Pembangunan fasilitas kereta cepat Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome telah selesai dilakukan. LRT Fase 1 itu kini hanya menunggu terbitnya izin operasional sebelum resmi beroperasi.

Izin tersebut tertahan lantaran sertifikat layak operasi dari Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan belum terbit, padahal pengujian sarana dan prasarana LRT sudah dilakukan sejak pekan lalu.

Hasil rekomendasi dan sertifikat layak operasi pihak Kementerian Perhubungan itu, menjadi landasan Dinas Perhubungan DKI mengeluarkan izin operasional. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved