Agar Dapat Gelar 'Tank' Para Geng Motor Harus Melukai Korban
AKBP Edi Sitepu mengatakan jika para tersangka melukai korbanya agar mendapatkan gelar dan diakui oleh para kelompoknya.
Penulis: Joko Supriyanto |
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 14 tersangka pembacokan seorang remaja di Tanjung Duren Jakarta Barat, ke-14 tersangka tersebut merupakan kumpulan geng motor.
Meskipun terdiri dari delapan geng motor yang berbeda, mereka memiliki rasa solidaritas atar geng, sehingga mereka saling kenal meskipun berbeda geng motor.
Geng motor tersebut diantaranya basmol (barisan manusia oleng), swiss (sekitar wilayah slipi), garjok (garden pojok) dan ada juga israel (istana sekitar rel).
Kasat Reskirm Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu mengatakan jika para tersangka melukai korbanya agar mendapatkan gelar dan diakui oleh para kelompoknya, sehingga mereka berani melukai korbannya.
"Ini ada doktrin antar mereka, agar mereka mendapatkan pengakuan, mereka ini harus berani salah satunya melakukan menusuk atau melukai siapa saja yang ditemui di jalan," kata Edi Sitepu, Rabu (13/2/2019).
Selain itu, para tersangka yang kebanyakan diantaranya masih di bawah umur ini, menurut pengakuan yang diterima, jika para pelaku ditangkap oleh polisi, mereka pun akan mendapatkan pengakuan sebangai 'tank'.
Yaitu orang yang disegani dan paling berani sekelompoknya.
"Jadi, mereka ini jika berani melukai ataupun di antara mereka yang dibawah umur ini ditangkap dan menjalani hukuman, setelah bebas, mereka akan mendapatkan gelar tank, jadi ini sebutan sebagai orang yang disegani," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan tersangka rupanya mereka ini sebelum melakukan aksinya mengelar pesta miras terlebih dahulu dan meminum obat tramadol, sebagai peningkat percaya diri mereka.
Bahkan sebagian tersangka diantara positif ganja.
Sebelumnya Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk 14 tersangka dari kelompok geng motor yang membacok seorang remaja dikawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (5/2) dini hari tersebut menewaskan Ahmad Al Fandri dengan luka bacok dibagian tubuh belakang korban, meski dibawa ke Rumah Sakit, namun naas nyawa korban tak tertolong.
Para tersangka ini rupanya juga pernah melakukan hal serupa, namun mereka hanya melukai korbannya dan tidak mengambil harta bendanya, namun karena delapan kelompok geng motor ini bergabung, aksi tersebut terjadi secara random, hingga membuat korbannya kehilangan nyawa dan kendaraannya dibawa kabur oleh tersangka.
Kini Polres Metro Jakarta Barat masih memburu tiga DPO yang kabur, salah satu diantaranya berperan membacok korbannya hingga meninggal dunia. Sementara 14 tersangka yang diamankan kini menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gengmotor.jpg)