13 Taruna AKPOL Berstatus Anak Jenderal Dipecat, AKPOL Pernah Ramai Kasus Kuota Khusus Anak Perwira

13 Taruna AKPOL Berstatus Anak Jenderal Dipecat, AKPOL Pernah Ramai Kasus Kuota Khusus Anak Perwira

13 Taruna AKPOL Berstatus Anak Jenderal Dipecat, AKPOL Pernah Ramai Kasus Kuota Khusus Anak Perwira
tribun jateng
Sejumlah taruna akpol akhirnya hadir di PN Semarang untuk mengikuti sidang dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia. Mereka hadir mengakan pakaian batik, Selasa (19/9/2017). (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas) 

SEBANYAK 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang terbukti melakukan penganiayaan sudah dipecat dan diproses hukum dengan terbuka.

Selama ini, penanganan kasus penganiayaan di AKPOL cenderung dilakukan secara tertutup.

Penganiayaan yang dilakukan taruna Akpol menyebabkan tewasnya taruna junior di lembaga pendidikan kepolisian tersebut

"Sikap tegas ini sebuah kemajuan. Selama ini penanganan kasus di Akpol cenderung tertutup. Baru kali ini penanganan kasus di Akpol sangat transparan," tutur Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Selasa (12/2/2019).

Neta S Pane menyebut, baru kali ini taruna Akpol sebanyak itu dipecat akibat melakukan penyiksaan yang menyebabkan kematian, meski sempat menggantung sejak 2017.

Komjen Arief Sulistyanto Ungkap Fakta Soal Pemecatan 13 Taruna Akpol

13 Taruna Akpol yang Dipecat, Tujuh Anak Kombes dan Dua Anak Jenderal

Langkah pemecatan diambil setelah digelar sidang Dewan Akademik  (Wanak) Akpol yang dipimpin Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel dan dihadiri Kalemdikpol Arief Sulistyanto.

Kasus penganiayaan yang menyebabkan terbunuhnya Brigadir Dua Taruna M Adam pada Mei 2017 itu, melibatkan 14 taruna Akpol. PT KAI Buka Lowongan Kerja 2019 Untuk Lulusan SMA, Gaji Rp 6,5 Juta, dan Dapat Tunjangan Rumah

Sebelumnya pada Juli 2018, seorang taruna telah dipecat melalui sidang Wanak.

Neta mengatakan, dari 13 taruna tersebut, terdapat dua anak jenderal, tujuh anak kombes dan empat anak warga sipil sehingga ia mengapresiasi ketegasan Polri dalam mengambil keputusan itu.

Sidang Wanak Akpol terpaksa dilakukan selama dua hari, meski Mahkamah Agung sudah mengeluarkan keputusan tetap terhadap kasus itu.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved