11 WNA Ilegal Ditangkap Petugas Imigrasi Bekasi karena Aktivitas Kejahatan Online

11 WNA ini juga tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian maupun paspornya over stay.

11 WNA Ilegal Ditangkap Petugas Imigrasi Bekasi karena Aktivitas Kejahatan Online
Warta Kota/Muhammad Azzam
Sebanyak 11 Warga Negara Asing (WNA) diamankan tim intelejen dan pinindakan keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi. 

Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi menduga kuat sebanyak 11 Warga Negara Asing (WNA) ditangkap di Apartemen Center Poin, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Selasa (12/2/2019) malam, melakukan aktivitas cyber crime atau kejahatan online.

Dari barang bukti yang diamankan terdapat 10 unit laptop, 18 ponsel, enam buah modem, tiga buah flashdisk dan sebelas kartu perdana.

Demikian yang diungkapkan, Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi, Petrus Teguh Aprianto, di aula kantor Imigrasi Kelas II, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Rabu (13/2/2019).

Namun, kata Petrus, instansinya masih akan mendalami dugaan tersebut.

"Tentu kami akan mendalami jika terbukti bahwa kegiatan mereka melanggar Undang-Undang akan tindaklanjuti. Kita akan lakukan proses penyelidikan kalau cukup bukti kita bisa serahkan ke kepolisian atau bisa juga di deportasi," terangnya.

Petrus menjelaskan, WNA ini juga tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian maupun paspornya over stay.

"Dari 11 WNA, hanya 4 WNA yang punya paspor itupun over stay. Sisanya tidak punya paspor. Mereka diketahui baru tinggl sekitar 2 minggu dan satu bulan," ujarnya.

Dari pengakuannya, kata Petrus, mereka berpindah-pindah tempat tinggal sebelum ke Bekasi.

"Sebelum di Bekasi mereka ada yang di apartemen lain di daerah Jakarta Timur, Jakarta Utara. Jadi mereka memang modusnya berpindah pindah," jelasnya.

"Di Kota Bekasi juga mereka nampaknya tinggalnya pindah-pindah, karena kami amankan satu kartu akses di apartemen atau hotel lain," katanya lagi.

Petrus menambahkan dari pengakuannya para WNA itu datang ke Indonesia untuk berbisnis.

"Kalau dilihat dari paspor yang sudah overstay paspornya izin tinggal kunjungan. Mereka mengaku akan berbisnis. Mereka masuk lewat Bandara Soekarno Hatta. Belum ada keluarga, kawan atau orang-orang terdekat dekat yang mengunjungi mereka," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved