Pemilu 2019

Polri Persilakan Slamet Maarif Lakukan Challenge Tanpa Bawa Massa, Jika Tak Terima Jadi Tersangka

Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran pemilu, dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Polri Persilakan Slamet Maarif Lakukan Challenge Tanpa Bawa Massa, Jika Tak Terima Jadi Tersangka
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif seusai diperiksa di Mapolresta Solo, Kamis (7/2/2019). 

KADIV Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengimbau Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif untuk men-challenge pihaknya, apabila tidak terima ditetapkan sebagai tersangka.

Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran pemilu, dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Iqbal menekankan pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sehingga, ia mempersilakan Slamet Maarif men-challenge melalui mekanisme yang ada.

Era 90-an Penuh Kenangan Bagi Ridwan Kamil, Mulai dari Diputusin Pacar Pertama Sampai Ditinggal Ayah

"Saya kira semua memiliki persamaan hak di mata hukum. Kami mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kami imbau siapa pun yang ditetapkan sebagai tersangka, silakan melalui mekanisme yang ada, mau di-challenge silakan," ujar Iqbal di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Namun demikian, mantan Wakapolda Jawa Timur itu meminta agar Slamet Maarif tak membawa massa dalam kasus ini.

Menurutnya, hal itu akan mengganggu masyarakat. Setidaknya, kata dia, akan timbul kemacetan apabila yang bersangkutan membawa massa.

Gaji Guru SMP di Gresik yang Dilecehkan Siswanya Cuma Rp 450 Ribu per Bulan

"Tapi (dengan) mekanisme yang ada, jangan membawa-bawa massa. Nanti ada masyarakat yang terganggu, minimal ada kemacetan," katanya.

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan dalam pemeriksaan terhadap Slamet Maarif , pihaknya akan memperkuat alat bukti.

"Jelas polisi akan memperkuat alat bukti. Namanya diperiksa akan ada upaya-upaya membuat terang suatu tindak pidana. Dalam membuat terang itu tentunya penyidik memperkuat alat bukti, salah satu alat bukti adalah pemeriksaan tersangka, pemeriksaan saksi-saksi," paparnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved