Langgar Jarak Bebas Belakang, Bangunan 2 Lantai di Pondok Labu Dibongkar

Satpol PP Jakarta Selatan menertibkan bangunan yang menyalahi IMB di Jalan Pringgodani, Pondok Labu, Cilandak, Selasa (12/2/2019).

Langgar Jarak Bebas Belakang, Bangunan 2 Lantai di Pondok Labu Dibongkar
istimewa
Petugas Satpol PP Jakarta Selatan menertibkan bangunan yang pembangunannya menyalahi IMB. 

Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menertibkan bangunan yang menyalahi IMB di Jalan Pringgodani, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Selasa (12/2/2019).

Pembongkaran bangunan yang tidak sesuai izin mendirikan bangunan (IMB) ini mendapat dukungan dari warga karena tembok bangunan dianggap menutupi masjid.

"Sebenarnya ada 4 bangunan (tidak sesuai IMB) dan rekomteknya masing-masing. Dua bangunan prioritas bongkar. Jadi hari ini satu rumah yang dibongkar dan satu rekomtek lagi besok kita lanjutkan pembongkarannya, " kata Kepala Satpol PP Jaksel Ujang Harmawan didampingi Kasi Trantibum Satpol PP Jaksel Luasman Manihuruk di lokasi.

Dua bangunan yang dibongkar paksa tersebut karena tidak sesuai dengan IMB yang dikeluarkan PTSP.

Pembangunan yang dilakukan pemilik melanggar jarak bebas belakang seluas 3x5 meter.

Ujang Harmawan, memaparkan, bangunan yang diperuntukkan toko tersebut ditertibkan lantaran menyalahi aturan bebas belakang.

“Zonasi R9 yang diperuntukan tempat perdagangan atau toko ini sudah melanggar KDP 30 persen yaitu pelanggaran jarak bebas belakang. Kami dari Satpol PP mengikuti arahan teknis dari Suku Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Karena yang bersangkutan memiliki IMB, jadi pelanggaran yang tertera yang ditertibkan," paparnya.

Kepala Seksi Citata Kecamatan Cilandak Bambang Sumedi menegaskan, selain melanggar jarak bebas belakang, pembangunan lantai mezanin juga melanggar IMB.

“Kalau mezanin bisa direvisi atau masuk proses IMB. Tapi kalau jarak bebas belakang itu mutlak harus ada beberapa meter,” kata Bambang.

Ketua RW 03 Kelurahan Pondok Labu, Entong menambahkan warganya mendukung pembongkaran bangunan tersebut.

Namun, ia meminta pembongkaran rumah miliaran rupiah itu tidak hanya pada bagian belakang saja.

“Bagian depannya juga dirusak sekalian sama jendelanya. Biar kapok sekalian dah,” tandas Entong.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved