Kasus HIV AIDS di Sumedang Terus Meningkat, Wilayah Jatinangor Paling Rawan

Penderita HIV/AIDS di Desa Cimanintin, Sumedang, terus bertambah tiap tahun. Terutama wilayah jatinangor yang dinilai paling rawan HIV/AIDS

Kasus HIV AIDS di Sumedang Terus Meningkat, Wilayah Jatinangor Paling Rawan
kalibatacity.com
Ilustrasi HIV/AIDS 

Meski jauh dari pusat kota, penderita HIV/AIDS di Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus bertambah tiap tahun.

Faktor penyebabnya, banyak warga desa tersebut yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) di kota-kota besar di Indonesia.

Namun, setelah dinyatakan positif HIV/AIDS di tempat mereka mencari nafkah dengan cara yang salah itu, mereka kembali lagi ke kampung halamannya di wilayah desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka ini.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumedang Retno Ernawati mengatakan, data di KPA Sumedang menunjukkan, warga Desa Cimantintin yang positif HIV/AIDS dari tahun ke tahun cenderung naik.

Warga Desa Cimanintin yang terinfeksi di tahun 2016 ada 67 orang, tahun 2017 sebanyak 132 orang, dan di tahun 2018 sebanyak 55 orang. Total 254 orang.

"Di desa ini memang yang terbanyak dan merupakan kasus pertama yang ditemukan di Sumedang ada di wilayah ini," ujarnya seusai Rapat Kerja dan Evaluasi Akhir Tahun 2018 KPA Sumedang di Gedung Negara, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

Retno menuturkan, secara kumulatif, untuk warga Sumedang yang terinfeksi HIV/AIDS hingga akhir tahun 2018 sebanyak 543 orang.

"Tingginya angka penderita HIV/AIDS di wilayah desa ini karena faktor pekerjaan. Banyak yang jadi wanita pekerja seks di kota-kota besar. Kemudian setelah mereka terinfeksi, mereka kembali ke wilayah desanya dan kembali menetap di sana," tuturnya.

Ironisnya, kata Retno, para penderita HIV/AIDS yang merupakan mantan pekerja seks di luar kota ini menularkan virus HIV/AIDS-nya ini kepada anak-anaknya.

"Maka dari itu sejak tahun lalu kami mewajibkan ibu hamil di Sumedang untuk melakukan tes HIV/AIDS sebelum melahirkan. Ini sebagai upaya untuk mencegah agar jika Ibu hamil terinveksi virus HIV/AIDS, nanti tidak menularkannya kepada anaknya," ungkapnya.

Satpam Rumah Sakit Lakukan Kerja Sampingan Jadi Kurir Sabu

Pengamat Prediksi Kenaikan Tarif Ojek Daring Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi

Pengamat Prediksi Kenaikan Tarif Ojek Daring Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi

Halaman
12
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved