Haico Van Der Veken Tertantang Jadi Wanita Independen dan Pendiam
Artis peran Haico Van Der Veken (16) mengaku kesulitan berperan jadi wanita tertutup seperti Evelyn di film Kain Kafan Hitam.
Penulis: Arie Puji Waluyo |
Artis peran Haico Van Der Veken (16) mengaku kesulitan untuk menjadi wanita tertutup, guna mendalami perannya menjadi 'Evelyn' dalam film horor yang bertajuk 'Kain Kafan Hitam'.
Haico Van Der Veken menjelaskan kalau Evelyn adalah sosok wanita yang independen atau mandiri, sayang adik-adiknya karena orangtuanya meninggal, dan juga pendiam yang tentunya berbeda dengan dirinya.
"Susahnya itu pendiam nya sih. Karena aku kan orangnya cerewet. Disitu yang menjadi tantangan, aku bisa apa enggak nih untuk tidak cerwet," kata Haico Van Der Veken ketika mengunjungi kantor redaksi Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019) untuk mempromosikan film 'Kain Kafan Hitam' bersama dengan Maxime Bouttier, Claudy Putri, dan Shandy Williams.
"Selama reading aja aku bikin background soal Evelyn. Jadi, kayak Evelyn gimana dan backgroundnnya gimana. Pas riset dan langsung shooting, enggak susah lagi saat shootingnya," tambahnya.
Sementara karakter independen atau mandiri, diakui Haico kalau dirinya pun tidak sulit untuk mendalami peran Evelyn mengenai hal tersebut.
"Kalau independennya sih enggak begitu ya. Karena aku juga tuh enggak mau bergantung sama orang lain. Jadi sama lah," ucapnya.
Pemain sinetron 'Cinta Suci' itu mengaku hanya membutuhkan waktu selama dua minggu saja, untuk mendalami perannya sebagai Evelyn.
Waktu yang diberikan itu lah yang dianggapnya sulit untuk mendalami karakter Evelyn agar bisa meyakinkan kepada penonton.
"Karena kan Evelyn ini hidup hanya sama adik-adiknya, orangtunya sudah meninggal. Bagaimana di waktu yang menurut aku cukup sebentar, bisa menjadi wanita yang bisa menjaga adik-adiknya. Karena bangun chamistrynya itu yang susah. Jadi sangat menantang banget," ujar Haico Van Der Veken.
Film Kain Kafan Hitam menceritakan tentang bagaimana Maxime Bouttier yang didampingi oleh Yudhistira Bayuadji bersama rumah produksi Lingkar Film, membangkitkan ruh dari masa lalu yang tiak tenang, karena menggunakan kain kafan hitam.
Film bergenre horor tersebut, mencoba mengangkat kisah seram dari sebuah rumah tua yang angker dan menakutkan, untuk memacu adrenalin penonton.
Lalu, bagaimana dengan cerita Kain Kafan Hitam? Rupanya hal tersebut menjadi sebuah benda atau alat dalam tragedi pembunuhan dalam film ini.
Mau tahu jalan ceritanya seperti apa? Saksikan di bioskop Indonesia pada 14 Februari 2019 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/van-der-veken.jpg)