Pemilu

Sejumlah 791 Pengawas TPS Dibutuhkan di Koja

Kami di Kecamatan Koja itu butuh 791 PTPS, waktu pilkada 397 karena pemecahan TPS, kata Umaya.

Sejumlah 791 Pengawas TPS Dibutuhkan di Koja
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Warga mendaftarkan diri menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Koja, di Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019). 

Sebanyak 791 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dibutuhkan tenaganya di Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Sementara, hingga hari kedua, sudah ada lebih dari 500 formulir pendaftaram diambil oleh warga yang berminat.

Warga mendaftarkan diri menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Koja, di Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019).
Warga mendaftarkan diri menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Koja, di Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019). (WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN)

Kordivisi SDM Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Koja Umayah mengatakan kebutuhan tenaga Pengawas TPS untuk Pemilu 2019 lebih banyak dibandingkan pada Pilkada 2017 silam.

“Kami di Kecamatan Koja itu butuh 791 PTPS, waktu pilkada 397 karena pemecahan TPS. Dari pemilih suara kan 500 per TPS, sekarang diperkecil jadi 300 per TPS pemilih suaranya,” katanya, Selasa (12/2).

Umayah menambahkan pada hari pertama pendaftaran saja, sudah ada lebih dari 500 formulir yang diambil oleh para pendaftar. Sementara hampir 300 formulir di antaranya sudah dikembalikan oleh warga.

“Banyakan kemaren yang di data ini mencantumkan pengalaman udah pernah jadi pengawas TPS saat pilkada. Pengalaman kita utamakan, kalau dia masih minat gabung dengan kita, masih punya komitmen,“ katanya.

Menurut Umayah, sejauh ini warga yang mendaftar sebagai Pengawas TPS berasal dari berbagai latar belakang seperti dari elemen masyarakat, ibu-ibu PKK, kader Jumantik, hingga anggota LMK dan LSM.

“Perekrutan pengawas TPS ini kami sebar pamfletnya di enam kelurahan dan 82 RW di pos-pos RW. Kita sebar informasi, makanya ketika hari pertama dibuka tanggal 11 (Februari) banyak sekali yang mendaftar,” ucapnya.

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi oleh warga untuk menjadi Pengawas TPS mulai dari berusia minimal 25 tahun dan memiliki ijazah SMA hingga bebas narkoba serta tidak pernah tersangkut kasus pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun.

Pendaftaran penerimaan berkas dan wawancara berlangsung pada 11-21 Februari 2019. Setelah itu dilanjutkan dengan tanggapan dan masukan dari masyarakat pada 27 Februari - 1 Maret 2019.

Sementara itu untuk waktu pengumuman Pengawas TPS terpilih pada 8-12 Maret 2018 mendatang. Kegiatan tersebut ditutup dengan pelantikan dan bimtek yang digelar pada 25 Maret 2019. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved