Pilpres 2019

Ketum PA 212 Tersangka UU Pemilu, Ini Ancaman Hukuman Penjara Slamet Maarif

Ketua Umum PA 212 jadi tersangka dan terancam hukuman 2 tahun. Slamet Maarif dipanggil menghadap polisi Polda Jawa Tengah.

Ketum PA 212 Tersangka UU Pemilu, Ini Ancaman Hukuman Penjara Slamet Maarif
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif 

Inilah bunyi pasal-pasal tersebut.

Pasal 280 (larangan dalam kampanye)

Pelaksana, peserta, dan tim Kampanye Pemilu dilarang:

• mempersoalkan dasar negara Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia;

• melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

• menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain;

• menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat;

• mengganggu ketertiban umum;

• mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada seseorang, sekelompok anggota masyarakat, dan/atau Peserta Pemilu yang lain;

• merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye Peserta Pemilu;

• menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan;

• membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar dan/atau atribut Peserta Pemilu yang bersangkutan; dan

• menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye Pemilu.

Pelaksana dan/atau tim kampanye dalam kegiatan Kampanye Pemilu dilarang mengikutsertakan:

• Ketua, wakil ketua, ketua muda, hakim agung pada Mahkamah Agung, dan hakim pada semua badan peradilan di bawah Mahkamah Agung, dan hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi;

• Ketua, wakil ketua, dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan;

• gubernur, deputi gubernur senior, dan deputi gubernur Bank Indonesia;

• direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah;

• pejabat negara bukan anggota partai politik yang menjabat sebagai pimpinan di lembaga nonstruktural;

• aparatur sipil negara;

• anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;

• kepala desa;

• perangkat desa;

• anggota badan permusyawaratan desa; dan

• Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih.

• Setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilarang ikut serta sebagai pelaksana dan tim Kampanye Pemilu.

• Pelanggaran terhadap larangan ketentuan pada ayat (1) huruf c, huruf f, huruf g, huruf i, dan huruf j, dan ayat (2) merupakan tindak pidana Pemilu.

Pasal 276

• Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d dilaksanakan sejak 3 (tiga) hari setelah ditetapkan Daftar Calon Tetap anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD serta Pasangan Calon untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sampai dengan dimulainya Masa Tenang.

• Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 ayat (1) huruf f dan huruf g dilaksanakan selama 21 (dua puluh satu) hari dan berakhir sampai dengan dimulainya Masa Tenang.

Pasal 492

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota untuk setiap Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Pasal 521

Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim Kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tetapkan Ketum PA 212 Slamet Ma'arif Jadi Tersangka Dugaan Pelanggaran Kampanye"

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved