Pilpres 2019

Ketum PA 212 Tersangka UU Pemilu, Ini Ancaman Hukuman Penjara Slamet Maarif

Ketua Umum PA 212 jadi tersangka dan terancam hukuman 2 tahun. Slamet Maarif dipanggil menghadap polisi Polda Jawa Tengah.

Ketum PA 212 Tersangka UU Pemilu, Ini Ancaman Hukuman Penjara Slamet Maarif
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif 

Kegiatan tersebut berlangsung pukul 06:30-10:30 WIB di Jalan Slamet Riyadi, di depan BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Terkait pemanggilan Slamet Maarif sebagai tersangka, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, kasus ini menambah bukti hukum tajam ke lawan bukan ke kawan.

"Bandingkn dengan laporan-laporan planggaran hukum yang sedah lama diadukan oleh Neno W, Fadli Zon, dll. Tak kunjung ada progresnya," ujar Hidayat Nur Wahid melalui akun twitternya.

@Hidayat Nur Wahid‏Verified: Cepatnya proses penetapn“tersangka” thd ust Slamet Maarif,makin menambah bukti hukum yg tajam ke bukan kawan,tapi tumpul ke kawan.

Bandingkn dg laporan2 planggaran hukum yg dah lama diadukn olh Neno W,Fadhli Z dll,tak kunjung ada progresnya. Pdhl hukum harusnya ditegakkn dg adil.

Ancaman Hukuman Ketua Umum PA 21

Berdasarkan surat panggilan polisi, ada sejumlah pasal yang menjadi acuan pemanggilan terhadap Slamet Maarif.

Pasal-pasal itu adalah Pasal 276, Pasal  280, Pasal 492, dan Pasal 521 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Ancaman hukuman Ketua Umum PA 212 bisa penjara bisa juga dendan dalam bentuk rupiah.

Ancaman hukuman seperti diatur Pasal 521 UU No 7 tahun 2017 adalah kurungan 2 tahun penjara atau denda Rp 24 juta.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved