Sebulan Sekali Pulang ke Padang, Alfin Terpaksa Naik Bus karena Tiket Pesawat Mahal

"Saya kan kebetulan emang sebulan sekali itu ke Padang, istri anak kan disana, makanya kalo naik pesawat mikir juga belum lagi bagasi

Sebulan Sekali Pulang ke Padang, Alfin Terpaksa Naik Bus karena Tiket Pesawat Mahal
Warta Kota/Joko Supriyanto
Suasana Terminal Kalideres pasca kenaikan tarif pesawat dan penerapan bagasi berbayar, Minggu (10/2/2019). 

Mahalnya tarif pesawat ditambah penerapan bagasi berbayar rupanya membuat penguna jasa transportasi udara sebagian diantaranya beralih mengunakan transportasi darat (bus).

Seperti yang dilakukan oleh salah satu penumpang bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Alfin (43).

Ia mengaku sejak tarif pesawat mahal, ia berfikir ulang untuk mengunakan transportasi udara tersebut ditambah dengan penerapan bagasi berbayar.

"Ya gimana kita ngak beralih mas, harga tiketnya aja jutaan, belum bagasi, kita sebagai orang perantauan ya jadi binggung, mau ngak mau naik bus, walaupun harus menempuh waktu lama," kata Alfin, Minggu (10/2/2019).

Sebelum ia beralih mengunakan Bus, ia mengaku lebih sering mengunakan transportasi udara Lion Air, namun sejak sebulan lalu ia memutuskan untuk beralih mengunakan bus.

Taruna Penerbangan Mati, Menhub Berhentikan Direktur ATKP Makassar

Video Viral Murid Toyor Guru, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Sayangkan Ketegasan Guru

Pria yang berkerja sebagai pedagang baju di Tanah Abang ini mengaku hal itu dilakukan karena dirinya membawa beberapa baju-baju yang akan dijual di kampung halamannya.

Untuk itu dirinya menghindari beban pembayaran bagasi dengan beralih mengunakan bus.

"Saya kan kebetulan emang sebulan sekali itu ke Padang, istri anak kan disana, makanya kalo naik pesawat mikir juga belum lagi bagasi ya," katanya.

Selain itu, hal serupa juga dikatakan Darmanto. Ia mengatakan sejak tarif pesawat mahal dirinya pun harus beralih moda transportasi darat.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah segera turun tangan atas persoalan ini.

"Ini namanya nasib orang bawah, ketika apa-apa naik, yang pusing rakyat bawah, mereka yang punya uang enak-anak aja, tapi kayak kita seperti ini makin sengsara namanya, seharusnya pemerintah cepet turun tangan," ujarnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved