Empat Truk Membawa Alat Berat di Jalan Raya Bogor Melanggar Rambu Jenis Berat Diizinkan

Empat truk membawa alat berat yang melintas di Jalan Raya Bogor telah melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas.

Empat Truk Membawa Alat Berat di Jalan Raya Bogor Melanggar Rambu Jenis Berat Diizinkan
Istimewa
Empat truk membawa alat berat terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan di Jalan Raya Bogor Jakarta Timur karena tidak bisa melintas di bawah JPO di jalan itu. 

Empat truk membawa alat berat tidak bisa melanjutkan perjalanan di Jalan Raya Bogor Jakarta Timur karena tidak bisa melintas di bawah JPO di jalan itu.

WARTA KOTA, GAMBIR--- Empat truk yang membawa alat berat tidak bisa melintas di Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, dinilai melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan, meski truk itu melintas di Jalan Raya Bogor yang merupakan jalan provinsi, jalan itu memiliki batas berat kendaraan maksimal.

Ini Ulasan Hukum Pemotor Ngamuk Hancurkan Motor Akibat Ditilang Sulit Dijerat Pidana Penadahan

Pada hari Sabtu (9/2/2019), empat truk membawa alat berat tidak bisa melanjutkan perjalanan karena barang yang dibawa tidak bisa melintas di kolong jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Raya Bogor.

"Setiap jalan punya ketentuan terkait jenis kendaraan yg boleh melintas, terkait berat diatur dalam bentuk rambu JBD (jenis berat diizinkan)," kata Sigit saat dihubungi Minggu (10/2/2019).

Ini Fakta yang Bakal Bikin Polisi Sulit Jerat Adi Saputra dengan Pasal Pidana Penadahan

Oleh karena itu, setiap kendaraan angkutan barang ditegaskannya diwajibkan untuk melakukan uji kir atau pemeriksaan kendaraan bermotor (PKB), sehingga kendaraan tidak melebihi ketentuan dalam sertifikat rancang uji tipe (SRUT).

Selain itu, fungsi pengawasan kendaraan angkutan barang juga dilakukan lewat jembatan timbang. Hal tersebut ditujukan agar setiap kendaraan angkutan barang yang melintas dapat patuh aturan.

"Karena yang paling utama adalah aspek keselamatan pengguna jalan secara keseluruhan, termasuk menjaga kualitas jalan dimaksud (dilintasi)," jelasnya.

Sepanjang 2018 Hanya 18 Orang yang Mau Adopsi Anak di Bekasi

Sebanyak empat truk membawa alat berat tidak bisa melanjutkan perjalanan di Jalan Raya Bogor karena tidak bisa melintas di kolong JPO di jalan itu,

Akibatnya, kemacetan lalu lintas tidak terhindarkan.

Arus lalu lintas dari arah Pusat Grosir Cililitan (PGC) hingga Pasar Kramatjati lumpuh total.

Pihak Kepolisian Sat lantas Polres Jakarta Timur kemudian melakukan rekayasa lalu lintas berupa contra flow.

"Truk diatur mundur, berputar di PGC dan masuk tol. Lalu lintas aman sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka kami kenakan sanksi tilang karena melewati batas volume (kendaraan) maksimal," kata AKBP Sutimin, Kasat Lantas Polres Jakarta Timur,Minggu (10/2/2019).

Tiga Anggota Komplotan Jambret Kebon Jeruk Dibekuk, Ada Satu ABG Perempuan

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved