Terungkap Pelaku Penganiayaan Penyidik KPK adalah Pegawai Pemprov Papua Diperiksa Senin

Pelaku penganiayaan terhadap penyidik KPK diketahui pegawai Pemprov Papua dan dipastikan diperiksa, Senin (11/2/2019).

Terungkap Pelaku Penganiayaan Penyidik KPK adalah Pegawai Pemprov Papua Diperiksa Senin
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/2/2019). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan terduga pelaku penganiayaan dua pegawai KPK adalah pegawai Pemprov Papua.

Polisi akan memeriksa terduga pelaku pekan depan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan bahwa pihaknya saat ini telah meningkatkan status kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK yang terjadi di Hotel Borobudur beberapa waktu lalu, dari penyelidikan ke penyidikan.

Peningkatan kasus ini dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

Dengan ditingkatkannya kasus ini ke penyidikan, maka disimpulkan ada tindak pidana yang terjadi dan penyidik akan melakukan tindakan untuk menemukan pelakunya atau tersangka termasuk mengumpulkan barang bukti.

"Setelah adanya kejadian itu dan menerima laporan, kita sudah memeriksa beberapa saksi, baik saksi yang melihat, mendengar serta mengetahui. Kemudian, kita sudah meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan setelah dilakukan gelar perkara," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/2/2019).

Mekanisme seperti itu, kata Argo, dilakukan setelah mengumpulkan keterangan saksi dan mendapat petunjuk dalam gelar perkara.

"Sehingga, ditingkatkan ke penyidikan karena ada tindak pidana dan ada perkara yang terjadi," katanya.

Selain itu menurut Argo polisi juga telah mendapat dan menerima visum korban dari dokter.

"Bahwa dalam visum itu disebutkan ada luka retak dibagian hidung. Setelah kita terima visum kemudian penyidik menganalisa kembali," katanya.

"Berdasarakan itu semua mulai dari keterangan saksi dan petunjuk visum, akhirnya kita mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk mengarah ke terduga siapa pelakunya," kata Argo.

Karenanya kata Argo, penyidik berencana memanggil orang yang diduga pelaku penganiayaan itu minggu depan.

"Kta panggil dulu, baru nanti kita tahu identitasnya seperti apa atau siapa. Kita juga belum memastikan berapa orang," kata Argo.

Yang pasti kata Argo, pelaku yang diduga pelaku penganiayaan ada di rombongan Pemprov Papua.

Sebelumnya, Argo mengatakan, pihaknya kini sudah memeriksa dan meminta keterangan 5 saksi dalam kasus ini.

"Kelima saksi itu 3 orang adalah sekuriti hotel, satu orang dari CVR CCTV hotel serta satu orang resepsionis," kata Argo.

Keterangan mereka katanya akan dicocokkan dengan hasil analisa CCTV hotel yang saat ini sedang diperiksa dan dianalisis di Puslabfor Mabes Polri.

"Kami juga terus berkomunikasi dan berkordinasi dengan KPK untuk dapat memeriksa kembali penyelidik KPK yang merupakan korban dan pelapornya," kata Argo.

Sebelumnya Argo menjelaskan dugaan penganiayaan yang dialami penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019) malam, diduga dilakukan 10 orang.

Hal itu kata Argo berdasarkan laporan yang dilakukan saksi dan korban ke Polda Metro Jaya, pada Minggu (3/2/2019) pukul 14.30.

Karenanya, kata Argo, dalam laporannya, polisi memasukkan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta Pasal 211 KUHP dan Pasal 212 KUHP tentang melawan dan menghalangi tugas aparatur negara yang dapat dikenakan ke para pelaku.

Menurut Argo dalam laporan disebutkan bahwa pelapor adalah Indra Matong dan korban adalah Muhamad Gilang Wicaksono, penyelidik KPK yang mengalami retak pada hidung, luka memar dan sobek di bagian wajah.

"Uraian singkat kejadian, pelapor selaku pegawai KPK menerangkan bahwa waktu kejadian pada saat korban dan saksi sedang bertugas pencarian data di TKP, kemudian korban dan saksi didatangi oleh terlapor kurang lebih 10 orang. Lalu terlibat cekcok mulut antara terlapor korban dan saksi. Kemudian tiba-tiba terlapor memukuli korban menggunakan tangan kosong. Atas kejadian tersebut korban menderita retak pada hidung, luka memar dan sobek di bagian wajah," papar Argo.

Selanjutnya kata dia pelapor datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat pengaduan guna penyidikan lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Argo menuturkan bahwa pelaku penganiayaan pegawai KPK di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2019) malam itu, diduga pegawai Pemprov Papua.

Sebab, penganiayaan terjadi saat ada acara yang digelar Pemprov Papua di sana.

"Nah jadi begini. Saya sampaikan dulu, ada laporan pegawai KPK ke Polda Metro Jaya. Tapi saya jelaskan, awalnya dari Pemerintah daerah Papua sedang ada rapat di Hotel Borobudur di lantai 19. Pada saat rapat ada orang yang memotret, atau memfoto-foto kegiatan tersebut," kata Argo.

Kemudian, setelah kegiatan berlangsung dan selesai, beberapa orang pegawai Pemprov Papua turun ke lobby hotel.

"Di sana kan ada rapat dan makan. Di lobby ternyata masih ada orang yang memotret. Motret-motret kan tidak ijin ya, terus yang motret ini didatangi, lalu ditanya dan cekcok. Terjadi keributan. Akhirnya teman-teman kita itu dibawa ke Polda Metro Jaya. Karena dia ngaku dari KPK, sementara sekarang kan banyak orang yang ngaku-ngaku KPK. Ternyata benar dia dari KPK," kata Argo.

Kemudian, kata Argo, satu pegawai KPK yang terluka dan mengalami penganiayaan membuat laporan dan diterima jatanras krimum.

"Teman kita dari KPK membuat laporan kemarin hari minggu jam 14.30. Ya tentunya penyidik akan melidik dulu, penyidik sudah ke TKP, kita juga sudah mintakan visum, nanti langkah selanjutnya tunggu saja," kata Argo.

Menurut Argo, diketahui ada 2 pegawai KPK yang memotret-motret di acara itu, tapi satu yang jadi korban.

"Yang motret dua, tapi jadi korban 1," katanya.

Argo menjelaskan acara yang digelar Pemprov Papua di sana adalah acara terbuka tapi memicu kemarahan pegawai Pemprov Papua karena ada orang tak dikenal memfoto tanpa izin.

"Misalnya, di mal kita difoto sama orang ga dikenal, idealnya kan harus izin, kalau mau motret orang lain? Acara terbuka tapi lingkungan dari pemprov sana," kata Argo.

Meski begitu kata dia pihaknya belum mengetahui pelaku penganiayaan.

"Orangnya yang diduga menganiaya belum kita ketahui, masih lidik," kata Argo.

 
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved