Satgas Antimafia Bola Dalami Kaitan Mundurnya Bos Persija dengan Penghancuran Dokumen

Dari sana, kata dia, diharapkan dapat ditentukan apakah ada indikasi penghilangan barang bukti yang sudah dilakukan.

Satgas Antimafia Bola Dalami Kaitan Mundurnya Bos Persija dengan Penghancuran Dokumen
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/2/2019). 

KETUA Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono menuturkan, secara bertahap pihaknya akan mendalami keterkaitan mundurnya sejumlah bos Persija dengan temuan dokumen Persija yang dihancurkan.

Dokumen Persija yang dihancurkan ditemukan saat Satgas menggeledah Kantor PT Liga Indonesia di Kuningan, Jakarta Selatan, terkait skandal pengaturan skor pertandingan bola, beberapa waktu lalu.

"Tentunya ini semua didalami ada tidaknya keterkaitan itu. Namun saat ini kita lakukan step by step dulu," kata Argo Yuwono, Jumat (8/2/2019).

Viral! Petugas Dishub Bekasi Nyaris Adu Jotos dengan Pemilik Mobil yang Parkir Sembarangan

Saat ditanya apakah akan memeriksa sejumlah petinggi Persija yang sudah mengundurkan diri dari klub kebanggaan warga Jakarta itu, Argo Yuwono mengaku hal itu sangat mungkin terjadi.

Sebab, saat ini Satgas masih fokus pada temuan sejumlah dokumen yang dihancurkan di Kantor PT Liga Indonesia.

"Kita menemukan ada mesin pemusnah kertas di sana. Sehingga kita bawa juga mesinnya itu. Nanti akan kita periksa, siapa orang yang memusnahkan kertas itu. Lalu kertas itu apa. Apakah dokumen atau surat keterangan yang lain. Ini semua nanti kita dalami dari saksi yang menghancurkan kertas tersebut," kata Argo Yuwono sebelumnya.

Berburu Angpau Imlek, Puluhan Pengemis Padati Vihara Lalitavistara Cilincing

Dari sana, kata dia, diharapkan dapat ditentukan apakah ada indikasi penghilangan barang bukti yang sudah dilakukan.

"Nanti kita lihat. Apakah itu barang bukti dokumen yang dibutuhkan, yang dimusnahkan dengan mesin penghancur kertas itu atau tidak. Nanti dari hasil pemeriksaan saksi yang melakukan, akan ketahuan," papar Argo Yuwono.

Dari keterangan Sekjen PSSI Ratu Tisha, lanjutnya, Satgas menganggapnya cukup koperatif.

Fadli Zon Bikin Puisi Doa yang Ditukar, Politikus Diminta Jangan Kurang Ajar kepada Ulama

"Intinya bahwa dari PSSI itu kooperatif berkaitan dengan apa yang kita lakukan. Pada saat penggeledahan di empat lokasi semuanya kooperatif. Ibu Sekjen pun kooperatif, bahkan sampai menyampaikan dokumen apalagi yang dibutuhkan. Jadi sangat kooperatif, mulai dari Bu Sekjen dan semua staf PSSI," papar Argo Yuwono.

Untuk jumlah lembar kertas yang diketahui sudah dihancurkan, Argo Yuwono mengaku belum dapat memastikan.

"Nanti saya cek, belum kita periksa. Karena saksi belum diperiksa, nanti kalau sudah diperiksa baru kita tanya itu," ujarnya. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved