Ratusan Anak Jalanan Terjaring Razia di Bekasi

Mereka yang mayoritas berusia remaja ini mendapat pembinaan atau pembekalan dari petugas yayasan selama 15 hari sampai 30 hari.

Ratusan Anak Jalanan Terjaring Razia di Bekasi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi sejumlah anak jalanan terjaring. 

Dinas Sosial Kota Bekasi mencatat ada 175 anak jalanan yang terjaring razia operasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah setempat pada 2018 lalu.

Setelah diamankan petugas, mereka dibawa ke panti sosial yang bermitra dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Agus Harpa mengatakan, beberapa di antaranya telah dipulangkan ke daerah asalnya di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Lampung.

Mereka yang mayoritas berusia remaja ini mendapat pembinaan atau pembekalan dari petugas yayasan selama 15 hari sampai 30 hari.

"Kita kasih pembinaan akhlak dan mental, setelah itu, mereka dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing," kata Agus pada Jumat (8/2/2019).

Agus memastikan, dari ratusan anak jalanan yang diamankan itu tidak ada yang berdomisili di Kota Bekasi.

Sekalipun ada yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, mereka datang dari kampungnya di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu.

"Untuk Kota Bekasi tidak ada dan paling banyak berasal dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur," jelasnya.

Agus menilai, keberadaan mereka meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan. Sebab mereka kerap mengamen dan mengemis di persimpangan jalan hingga di dalam transportasi angkutan umum seperti bus, koasi dan KWK.

Bahkan bila tidak diberi uang, beberapa di antaranya ada yang memaksa agar dikasih uang sehingga timbul keresahan bagi masyarakat. "Selain itu keberadaan pengemis dan anak jalanan juga mengganggu estetika kota karena memberikan kesan kumuh," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved