Lembaga Sandi Negara Berubah Nama Jadi Badan Siber dan Sandi Negara

Terlebih, serangan siber katanya kini memiliki spektrum yang sangat lebar, seperti halnya serangan malware

Lembaga Sandi Negara Berubah Nama Jadi Badan Siber dan Sandi Negara
Wartakotalive/Dwi Rizki
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi dalam Forum Cyber Corner, Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/2/2019) 

LEMBAGA Sandi Negara (LSN) kini berganti nama menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pergantian nama tersebut diungkapkan Kepala BSSN, Djoko Setiadi seiring dengan perkembangan teknologi informasi sekaligus ancaman yang di dalamnya.

Ancaman terbesar yang dihadapi sejumlah negara saat ini adalah serangan siber dan malware.

Terlebih, serangan siber katanya kini memiliki spektrum yang sangat lebar, seperti halnya serangan malware yang menimpa Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita pada tahun 2017 lalu.

Pasca pembobolan sistem, pelayanan Kedua rumah sakit tersebut lumpuh total.

Seluruh pemberkasan dilakukan secara manual hingga akhirnya proteksi lewat firewall dioptimalisasi.

"Sebagaimana diketahui, BSSN merupakan revitalisasi dari Lembaga Sandi Negara, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dan Direktorat keamanan informasi, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika. Seluruhnya digabung menjadi BSSN," ungkapnya di forum Cyber Corner, Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/2/2019).

Kubu Prabowo Nilai Pemeriksaan Rocky Gerung Ancaman bagi Demokrasi

KH Ahmad Asnawi Bacakan Puisi Indah dan Sejuk Untuk Fadli Zon, Simak Isinya

Perkuat Pemanfaatan TI, LPSK Gandeng Lembaga Sandiu Negara

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi dalam Forum Cyber Corner, Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/2/2019)
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi dalam Forum Cyber Corner, Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/2/2019) (Wartakotalive/Dwi Rizki)

 Honeypot Project

Lewat penggabungan tersebut, kini pihaknya tengah menjalankan Honeynet Project bersama Indonesia Honeynet Project (IHP).

Kerjasama pun berhasil dilakukan, tercatat ada sebanyak 21 titik Honeypot yang tersebar di enam titik di seluruh Nusantara.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved