KH Ahmad Asnawi Bacakan Puisi Indah dan Sejuk Untuk Fadli Zon, Simak Isinya
Kiai Haji Ahmad Asnawi Bacakan Puisi Indah dan Sejuk Untuk Fadli Zon Pencipta Puisi 'Doa yang Ditukar'
PUISI buatan Fadli Zon berjudul 'Doa yang Ditukar' menghadirkan polemik.
Sejumlah pihak menuntut Fadli Zon minta maaf pada Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Termasuk politisi PPP, M Romahurmuziy yang membalas puisi Fadli Zon tersebut.
Bahkan putra Mbah Moen, Taj Yasin Maimoen ikut buka suara.
Seperti diberitakan, Wakil Ketua DPR RI itu membuat sebuah puisi berjudul Doa yang Ditukar.
Besar kemungkin erat kaitannya dengan insiden Mbah Moen salah sebut nama saat memanjatkan doa.
Meski demikian, Fadli Zon telah mengklarifikasi sosok 'kau' dalam puisi yang dibuatnya pada Minggu (3/2/2019) itu bukanlah Mbah Moen, melainkan penguasa dan makelar doa.
Berikutnya Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) menyarankan politisi Gerindra itu minta maaf pada Mbah Moen.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara SAMAWI, Nizar Ahmad Saputra, Rabu (6/2/2019).
Bila Fadli Zon tak kunjung meminta maaf, pihaknya akan menggerakkan santri dari seluruh Indonesia mengepung gedung DPR dan menuntut Fadli Zon meminta maaf.
"Sebagai Wakil Ketua DPR, Fadli Zon harusnya menunjukkan sikap hormat kepada kiai dan ulama," kata dia.
Kesalahan yang diucapkan Mbah Moen saat berdoa harusnya tidak perlu dipolitisir atau bahkan ditanggapi dengan puisi nyinyir yang berkesan melecehkan seorang ulama.
"Jangan hanya karena Pilpres dan karena berbeda pilihan politik, Fadli bisa seenaknya melecehkan ulama dengan statement-statementnya," ujarnya.
Selain SAMAWI, Ketua Umum Relawan Millenial Jokowi Ma’ruf (REMAJA), Misbahul Ulum juga meminta hal serupa, Kamis (7/2/2019).
Misbahul memandang Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu telah menistakan Mbah Moen melalui puisinya.
“Semua orang paham, maksud dari puisi itu mengarah kepada kunjungan Pak Jokowi ke Mbah Moen,” kata Misbahul dalam keterangannnya, Kamis (7/2/2019).
“Perlu diketahui oleh Pak Fadli Zon, KH Maimoen Zubair adalah ulama sepuh panutan kaum santri dari partai apapun."
"Jadi saya sebagai santri merasa tersinggung karena ulama sepuh kami telah beliau lecehkan," tambahnya.
Santri yang juga Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini meminta Fadli Zon untuk tidak menggampangkan persoalan ini dan meminta maaf.
“Kami menuntut agar Pak Fadli Zon segera minta maaf kepada beliau sebelum ada reaksi yang sama-sama tidak kita inginkan dari santri lain yang tersinggung,” jelasnya.
Puisi KH Ahmad Asnawi
Sementara itu Kiai Haji Ahmad Asnawi, Pengasuh Ponpes Qudsiyyah Kudus, membacakan sebuah puisi yang sejuk untuk Fadli Zon.
Sebelum membacakan puisi itu, KH Ahmad Asnawi sempat berujar puisi itu dibacakan untuk Fadli Zon.
"Puisi untuk Mas Fadli Zon," kata KH Ahmad Asnawi dalam rekaman video yang diposting akun instagram @zahra.putrie.01pilihanku.
Isi lengkap puisi itu dibawah ini.
Sang Maha Guru
Kearifanmu tergura di wajah keagunganmu
Kealimanmu tercatat di lembaran-lembaran hati umat
Kewibawaanmu merundukkan ulama dan pejabat
Kesabaranmu melelehkan kesombongan
Keikhlasanmu tertanam disetiap berbuat
Kebijakanmu menghembuskan rasa ingin selalu mendekat
Hanya ulat-ulat kecil yang bergeliat mempertahankan hidup
Mengerat daun-daun dan menjilat kesana kemari
Yang tak paham arti ulama dan ilmu
Pengaruh busuknya yang diperut
Jahatnya angan-angan yang terhempas
Kau menguak bangkai kebodohan
Menebar tinja harga dirimu
tuk kotori mutiara indah
Tuk benamkan dalam lumpur kebencian
Ya Allah......
Tak mungkin mutiaraMU kotor dalam lumpur
Tak mungkin turun harga dengan cercaan
Tak mungkin pula batu yang menghantam jadi mutiara
Dan tak mungkin pula naik harga dan dicinta
Ya Allah.......
Ingatkan yang alf
Muliakan Sang Maha Guru kita
Simak video lengkapnya disini :