Ini Alasan Adi Saputra Gelap Mata dan Rusak Motor yang Dibelinya Susah Payah saat Ditilang Polisi

Adi Saputra, sang penghancur motor, ditetapkan sebagai tersangka. Adi disangka membeli motor hasil penggelapan.

Ini Alasan Adi Saputra Gelap Mata dan Rusak Motor yang Dibelinya Susah Payah saat Ditilang Polisi
Warta Kota
Adi Saputra (21) pembakar STNK dan perusak sepeda motor Honda Scoope di Serpong, Tangerang, Kamis (7/2/2019), mengaku kesal karena susah-susah membeli motor, ditilang polisi. 

ADI Saputra mengaku gelap mata saat ditilang polisi. Adi menangis dan meminta maaf atas perbuatannya. Tukang kopi di Pasar Modern BSD ini terancam 6 tahun penjara.

ADI Saputra (21) mengaku kepada petugas kepolisian bahwa dirinya gelap mata saat ditilang di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan, lantaran merasa membeli motor dengan susah payah.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan saat menetapkan Adi sebagai tersangka karena membeli motor hasil penggelapan.

Menurut Ferdy, Adi harus menabung untuk bisa mendapatkan motor yang didapatkannya dari seseorang berinisial D dengan harga Rp 3 juta beserta STNK-nya.

"Selama ini untuk membeli motor, yang bersangkutan mengumpulkan uang dalam waktu yang lama. Sehingga ada perasaan marah," ucap Ferdy di Mapolres Tangsel, Serpong, Jumat (8/2/2019).

VIDEO: Tidak Terima Ditilang, Pengendara Motor Ini Ngamuk Banting Motor Sendiri Hingga Rusak

Pemuda Serpong Tangsel Sempat Beralasan Tidak Pakai Helm karena Dekat Sebelum Ngamuk Rusak Motor

ITW Sesalkan Polisi Biarkan Pemotor di Serpong Mengamuk dan Rusak Motornya

Adi yang bekerja sebagai tukang kopi di Pasar Modern BSD ini marah ketika polisi akan menilangnya karena melawan arah dan tidak memakai helm.

Motor yang dia beli itu kemudian dihancurkan di depan petugas dengan tangan kosong, Kamis (7/2/2019) pagi.

"Mungkin ada perasaan sedih motor yang selama ini ia peroleh dengan susah payah harus dilakukan penilangan oleh polisi sehingga dia melakukan tindakan tersebut," jelas Ferdy.

Kini Adi mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena status motornya yang didapat dari hasil kejahatan.

D, penjual motor itu kini tengah diburu polisi karena menjual motor orang lain yang digadaikan tanpa seizin pemiliknya.

Menangis dan minta maaf

Dalam gelar perkara siang tadi, Adi menangis dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan pihak kepolisian karena ulahnya merusak motor di depan petugas.

Adi dikenakan pasal berlapis. Mulai dari penadahan, pemalsuan dokumen kendaraan, hingga menghancurkan barang yang digunakan untuk membuktikan sesuatu di depan petugas.

Akibatnya, Adi terancam hukuman 6 tahun penjara.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved