Gara-gara Permintaan Durian Meningkat Pesat, Hutan Lindung di Malaysia Dideforestasi

Diketahui melonjaknnya permintaan buah durian di Tiongkok diketahui turut meningkatnya aktivitas deforestasi atau penebangan hutan lindung di Malaysia

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
istimewa
Warga membeli durian beku di warung durian Little Fruit Captain di Beijing. (PHOTO: AGENCE FRANCE-PRESSE) 

Bahkan diharapkan alami peningkatan pengiriman dan lebih dari dua kali lipat produksi menjadi 443.000 ton pada tahun 2030.

Sebelumnya, durian Malaysia hanya bisa dikirim ke Cina dalam bentuk bubur dan tempel.

Meskipun produksi buah durian melonjak, Departemen Pertanian bersikeras perkebunan akan berkembang perlahan dan dapat mendorong petani untuk berkebun.

Bahkan menghidupkan kembali pohon-pohon yang tidak produktif.

"Deforestasi untuk daerah baru tidak dianjurkan," kata Menteri Pertanian Salahuddin Ayub kepada Agence France-Presse.

Ia menambahkan bahwa jika pohon ditebang untuk perkebunan, aturan lingkungan yang ketat harus diikuti.

Di negara bagian Kelantan, orang-orang suku tahun lalu membuat blokade untuk menghentikan perusahaan yang menebang pohon di tanah leluhur mereka demi mendirikan perkebunan Musang King.

Pemerintah pusat telah mengambil langkah mereka, menuntut pemerintah negara bagian karena gagal tegakkan hak atas tanah mereka.

Namun para pencinta lingkungan memperingatkan bahwa gambaran keseluruhan suram.

"Budidaya Durian mendorong lebih banyak deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati di Malaysia", kata kelompok pecinta lingkungan Rimba, sekaligus menganggap deforestasi merusak habitat hewan-hewan seperti harimau, gajah, primata, dan rangkong.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved