Gara-gara Permintaan Durian Meningkat Pesat, Hutan Lindung di Malaysia Dideforestasi

Diketahui melonjaknnya permintaan buah durian di Tiongkok diketahui turut meningkatnya aktivitas deforestasi atau penebangan hutan lindung di Malaysia

Gara-gara Permintaan Durian Meningkat Pesat, Hutan Lindung di Malaysia Dideforestasi
istimewa
Warga membeli durian beku di warung durian Little Fruit Captain di Beijing. (PHOTO: AGENCE FRANCE-PRESSE) 

Perkebunan ini berada di sebelah hutan lindung, yang merupakan rumah bagi kaleidoskop hewan, dari monyet hingga burung-burung eksotis.

Akibat penebangan itu sebuah sungai didekatnya kini keruh dan dipenuhi batang dan cabang pohon akibat dari penebangan pohon.

Tak jauh dari lokasi penebangan, adanya sebuah tanda di luar perkebunan itu jik proyek ini dilaksanakan pihak perusahaan "Cukup Panen Produce".

Namun, staf perusahaan yang mengelola perkebunan durian itu menolak berkomentar ketika dihubungi tentang hilangnya pohon lindung di daerah tersebut.

Adi Minta Maaf ke Seluruh Masyarakat Indonesia Atas Aksi Merusak Sepeda Motor yang Viral di Medsos

Pemegang BPJS Kesehatan Dilarang Pakai KS-NIK Bekasi Harus Disosialisasikan Sebelum Diterapkan

Diketahui, jika status tanah sontah diubah oleh pemerintah setempat untuk dilakukan penebangan.

Bertanya mengenai hal tersebut pihak pemerintah daerah setempat juga enggan menanggapi.

Sementara itu, di Mal Beijing terdapat sebuah kios bernama Little Fruit Captain yang melakukan perdagangan durian Malaysia cepat saji.

Manajer toko Wang Tao mengatakan pelanggannya sampai jatuh cinta dengan durian dari Malaysia dikarenakan rasa dan aromanya yang manis.

Bahkan pelanggannya jauh lebih menyukai Durian Malaysia dibanding dari eksportir saingan, seperti Thailand.

Wang Tao mengimpor durian Malaysia beku dan menjualnya dalam wadah plastik atau dalam bentuk lain seperti makanan penutup dan didalamnya terdapat es krim atau digoreng sebagai keripik.

Halaman
1234
Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved