Syafruddin Sarankan Pergantian Ketum PSSI Dilakukan Tahun 2020

Perpindahan kepemimpinan dari Edy ke Joko berbuah kritikan dan banyak yang menyarankan untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Kompas.com/Akhdi Martin Pratama
MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (14/11/2018). 

KETUA Dewan Pembina Persija Jakarta, Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin menyarankan pergantian Ketua PSSI dilakukan tahun 2020.

Syafruddin menilai tampuk kepemimpinan yang sudah diserahkan Edy kepada Joko Driyono selaku wakil ketua umum paling senior, sudah berdasarkan Statuta PSSI.

Perpindahan kepemimpinan dari Edy ke  Joko berbuah kritikan dan banyak yang menyarankan untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Selain itu, ada juga anggota PSSI yang ingin terjadinya pergantian pengurus secara keseluruhan.

"Kalau ingin melakukan pergantian, sebaiknya dilakukan reguler sesuai jadwal, di 2020 nanti. Kalau muncul masalah, selesaikan. PSSI kan punya aturan secara global, Statuta FIFA. Jadi, jangan sampai mengganggu. Pemain bisa terganggu," kata Syafruddin di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, kawasan Medan Merdeka Utara, Kamis (7/2/2019).

Indonesia Kalahkah Pacific Oceania dan Tetap di Posisi ke-3

Mantan Wakapolri itu cemas, kondisi ini menimbulkan gangguan dan bakal dianggap melanggar Statuta FIFA, sehingga mengancam kelangsungan pemain dan klub di pentas internasional.

Dia takut, tim Macan Kemayoran turut terkena imbas dari kasus ini.

"Persija sedang  mengikuti kualifikasi Liga Champions Asia. Sempat menang di Singapura. Kemudian akan tampil di Australia. Jangan ganggu pemain, pengurus, klub, suporter, sudah sangat baik," jelas Menteri PAN RB tersebut dikutip dari goal.com.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved