News

Polisi Dalami Pemasok Obat Daftar G ke 7 Toko Kosmetik

Dari ke 7 toko obat dan toko kosmetik tersebut, polisi menyita barang bukti obat daftar G sebanyak 13.003 butir dari lima jenis atau merk obat daftar.

Polisi Dalami Pemasok Obat Daftar G ke 7 Toko Kosmetik
Warta Kota
Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek 7 toko obat dan kosmetik di Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Bekasi, karena diketahui menjual dan mengedarkan obat daftar G tanpa izin dan tanpa harus menggunakan resep dokter. 

Ke depan Sutarmo mengingatkan agar para orangtua siswa SMP dan SMA terus memantau anak-anak mereka agar tidak terjerat penggunaan obat daftar G ini. "Coba diperiksa tasnya apakah ditemukan obat-obat seperti ini atau tidak. Juga ditanyakan uang jajan yang diberikan untuk apa saja," katanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan ke 7 toko obat dan kosmetik yang digrebek karena menjual obat daftar G secara bebas itu adalah Toko Kosmetik tanpa nama di Mustika Sari, Mustika Jaya, Kota Bekasi; Toko kosmetik tanpa nama di Cemuning, Mustika Jaya, Kota Bekas; Toko Kosmetik dan Obat Rizky di Cipayung, Jakarta Timur; Toko Obat dan Kosmetik di Kembangan Utara, Jakarta Barat, Toko Kosmetik dan Obat di Rawa Lumbu, Kota Bekasi; Toko Kosmetik Ratana 2 di Taman Sari, Jakarta Barat; dan Toko Kosmetik dan Obat Rizky di Makasar, Jakarta Timur.

Sementara 7 pemilik dan pengelola toko yang semuanya pria dan ditetapkan tersangka adalah MY(19), MA (28), HS (29), MS (29), SF (29), ML (29), dan MD (18).

Menurut Argo terungkapnya 7 toko kosmetik yang menjual dan mengedarkan obat daftar G tanpa izin ini merupakan hasil pengembangan dari temuan Polsek Kembangan.

"Dari sana kita dalami dan diketahui satu persatu toko kosmetik dan obat ini yang menjual obat daftar G tanpa izin dan tanpa harus dengan resep dokter," kata Argo dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/2/2019).

Barang bukti yang diamankan dari 7 toko kosmetik itu kata Argo diantaranya sebanyak 13.003 butir obat daftar G dan uang tunai hasil penjualan obat daftar G tersebut senilai Rp 5.672.000.

Menurut Argo rincian 13.003 butir obat daftar G itu adalah tramadol (tablet putih) sebanyak 7.797 butir, hexymer (tablet kuning) sebanyak 4.116 butir, alprazolam sebanyak 20 butir, trihexphenidyl (double Y) sebanyak 440 butir, dan double LL sebanyak 630 butir.

Menurut Argo penggunaan obat daftar G harus dalam pengawasan dokter dan mesti dijual dengan menggunakan resep dokter.

"Dengan menjualnya secara bebas tanpa resep dokter seperti yang dilakukan para tersangka, di 7 toko kosmetik dan obat milik mereka ini, akan sangat berbahaya bagi masyarakat dan kaum muda," kata Argo.

Selain itu kata Argo para tersangka tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan apotek dan izin apoteker.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved