Persija Jakarta

Mundur dari Jabatan Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade Siap Dipanggil Polisi

Gede Widiade mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui tentang kepindahan kantor Persija Jakarta dari Pancoran ke HR Rasuna Said, Kuningan.

Mundur dari Jabatan Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade Siap Dipanggil Polisi
Media Persija
Gede Widiade saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama Persija Jakarta, di Kantor Persija, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2018). 

Gede Widiade resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Persija Jakarta per-tanggal 1 Februari 2018.

Namun, pengunduran dirinya itu baru resmi diumumkan pada Rabu (6/2/2019) di Kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pengusaha asal Bali itu membantah bahwa  pengunduran dirinya berkaitan adanya penghancuran dokumen Persija Jakarta di kantor PT Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dugaan penghancurkan dokumen Persija itu ditemukan oleh Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola setelah menggeledah kantor PT Liga Indonesia yang juga menjadi kantor Persija Jakarta.

"Niat pengunduran ini bukan Januari atau Februari, keputusan saya ini ketika prestasi terpenuhi kami akan menyerahkan lagi kepada pemegang saham," ujar Gede Widiade kepada wartawan pada jumpa pers.

"Bahkan saya tidak tahu menahu kantor dipindahkan ke Kuningan. Secara yuridis kantor Persija masih ada di Duren Tiga ini," ucap Gede Widiade.

Gede Widiade Mundur dari Persija Jakarta, ke Mana Selanjutnya akan Berlabuh?

Dia mengaku, masih berada di Turki saat Tim Media Satgas Anti Mafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia dan menemukan dokumen Persija Jakarta yang telah dirusak.

"Waduh menggenai itu saya belum bisa jelaskan wong saya masih di Turki. Saya tidak mengerti sama sekali. Lokasi kantornya yang di Kuningan saja saya tidak tahu jadi tidak bisa jelaskan," katanya.

"Jadi saya tidak tahu menahu masalah itu, waktu kapan pindahnya pun saya tidak tahu, dan apa yg dipindahkan pun saya tidak tahu," kata Gede Widiade.

Gede  Widiade mengaku siap jika nanti dirinya dipanggil oleh pihak kepolisian atau Tim Media Satgas Anti Mafia Bola untuk memberikan informasi yang diketahuinya selama menjabat menjadi Direktur Utama Persija.

"Sebagai warga negara yang baik saya siap datang memberikan informasi. Apa salahnya meskipun sudah bukan lagi bagian dari Persija. Membantu memberikan informasi kan tidak salah," ucapnya.

Sementara itu, pemindahan kantor Persija dari Duren Tiga, Pancoran, ke Rasuna Said, Kuningan, juga membuat pria berusia 54 tahun itu terkejut.

Pengunduran Diri Gede Widiade Tidak Berkaitan dengan Dokumen Persija Jakarta yang Dihancurkan

"Saya sangat terkejut karena saya tahunya kantor saya di Duren Tiga dan saya tidak tahu siapa yang memindahkan ke sana. Siapa yang menyuruh dan apa yang dipindahkan," ucap Gede.

"Kemungkinan yang memindahkan direksi yang baru. Mungkin karena saya bukan pemegang saham dan sudah tidak di dalam direksi jadi saya tidak perlu lagi dilibatkan dalam pemindahan kantor," tuturnya.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved