Aksi OPM

TNI Bilang KKSB Papua Tembak Warga Sipil karena Cari Perhatian Internasional

Sisriadi mengatakan, selama ini TNI tidak bertindak semena-mena dalam menangani KKSB.

TNI Bilang KKSB Papua Tembak Warga Sipil karena Cari Perhatian Internasional
Antara Foto/Iwan Adisaputra
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). 

KEPALA Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengatakan, aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kepada warga sipil, bertujuan mencari perhatian dunia internasional.

"Dalam hal kemudian mereka mengincar penduduk sipil, kita mempelajari, mereka ingin mendapatkan perhatian internasional, sehingga mereka melakukan hal-hal yang seperti itu," kata Sisriadi di Balai Media TNI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Sisriadi mengatakan, selama ini TNI tidak bertindak semena-mena dalam menangani KKSB, karena penugasan pasukan TNI di sana sifatnya adalah membantu Polri sebagai pihak yang berwenang menangani masalah kriminal.

Fadli Zon Bikin Puisi Lagi, Kali Ini Berjudul Doa yang Ditukar

Menurutnya, pemerintah sudah menetapkan bahwa di Papua adalah masalah kriminal, sehingga penyelesaiannya dengan penegakan hukum sebagai mana tugas dan wewenang kepolisian.

"TNI memang membantu di Papua, cuma di sana ada beberapa operasi yang kita gelar, yaitu operasi pengamanan perbatasan yang murni dilakukan oleh TNI, misalnya pengamanan perbatasan antara Papua dengan Papua Nugini, itu dilakukan oleh TNI. Tapi, operasi penegakan hukum dilaksanakan oleh Polri, TNI membantu, konsepnya seperti itu," jelas Sisriadi.

Karena itu, ia pun mengatakan TNI melihat anggota KKSB masih merupakan bagian dari bangsa Indonesia, namun salah jalan.

Pidatonya Dua Hari Terakhir Dianggap Menyerang, Jokowi: Masa Saya Disuruh Sabar Terus? Enggak Dong

"Jadi kita tidak semena mena. Karena ada yang mati, apalagi tentaranya mati satu, di sana harus mati 50, tidak sampai begitu juga, karena kami tetap menganggap bahwa mereka adalah Bangsa Indonesia. Hanya, mungkin karena kriminal, salah jalan, sehingga kita menganggap mereka warga negara Indonesia, sehingga penanganannya tetap menggunakan jalur hukum," terang Sisriadi.

Sebelumnya diberitakan, KKSB pimpinan Lekagak Talenggeng menembak mati Sugeng Efendi (25), warga Kampung Wuyukwi Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Sabtu (2/2/2019) pukul 17.49 WIT. (Gita Irawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved