Pemain Cello Korsel Hee Young Lim Berikan Kursus di Shoemaker Studio
Cellois asal Korea Selatan Hee Young Lim memberi kursus singkat kepada belasan anak-anak Indonesia
Master Cello asal Korea Selatan Hee Young Lim memberi kursus singkat kepada belasan anak-anak Indonesia pada 6-7 Februari di Shoemaker Studio, Cikini Jakarta Pusat dan UPH Karawaci, Tangerang, Banten.
Kursus singkat ini merupakan bagian dari Cello Indonesia Tour 2019. “Program Master Class ini terbuka untuk umum dan bisa disaksikan oleh siapa saja yang ingin mennyaksikan sang Celoist mengisi program Master Class tersebut,” kata Lim, Rabu (6/2/2019) seperti dikutip dari siaran persnya.
Lim menambahkan juga akan menggelar konser yang diberi tajuk “Hee Young Lim, Cello Indonesia Tour” pada tanggal 9 Februari 2019 pukul 15.30 WIB yang juga akan diselenggarakan di Shoemaker Studios.
Lim yang lahir di Seoul, mengawali karirnya dengan menimba ilmu bermusiknya di divisi Pra-Perguruan Tinggi di Universitas Seni Nasional Korea dan Sekolah Seni Yewon.
Dirinya juga meraih penghargaan untuk Excellence in Music dan Most Alumni Award.
Pada usia 15 tahun, ia masuk ke Universitas Nasional Korea dan dirinya mendapat predikat sebagai siswa termuda yang pernah diterima di Universitas tersebut.
Selanjutnya Hee Young Lim hijrah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya di New England Conservatory (NEC).
Setelah lulus di NEC, ia melanjutkan studi di Konservatori Nasional Supérieur de Musique de Paris, disana dirinya banyak belajar dengan Philippe Muller.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Hee Young Lim sudah tampil dengan berbagai ansambel terkenal diantaranya yakni Deutsche Berlin Chamber Orchestra, Budapest Radio Philharmonic, Warsawa Nasional Philharmonic, Jenaer Philharmonie, Houston Symphony Orchestra, KBS Symphony Orchestra, the Seoul Symphony Orkestra, Baden-Baden Philharmonie, Württembergische Philharmonie Reutlingen, Bandung Philharmonic, the Orkestra Kamar Korea, Orkestra Simfoni Incheon, Orkestra Simfoni Incheon, Orkestra Ningbo, Zagreb Solois dan banyak lainnya.
Nama Hee Young Lim bahkan sempat dipuji oleh salah satu media besar asal Amerika Serikat yakni Washington Post sebagai ”Musisi yang sangat berbakat, dengan nada penuh, nyanyian, teknik nyaris sempurna dan lirik alami yang mengisi hampir setiap nada yang ia mainkan,”.
Apresiasi terhadap Hee Young Lim juga dihaturkan oleh Prajna Murdaya selaku Pendiri Shoemaker Studios. Menurutnya Hee Young Lim merupakan salah satu musisi berbakat yang tumbuh pesat dalam karir bermusiknya.
“Dia merupakan rising star Asia dan dia sangat berbakat, sudah banyak penghargaan yang ia dapat dalam karir bermusiknya. Hee Young Lim juga pernah membuat rekaman di Abbey Road. Ini suatu prestasi yang patut diapresiasi dari dirinya” tutur Prajna.
“Ini merupakan kali kedua dia ke Indonesia, dan dia benar-benar jatuh hati dengan Indonesia,” tambah Prajna.
Hingga saat ini, ia tercatat sebagai pemain cello wanita Asia pertama yang ditunjuk sebagai Pemain Cello Utama dari Rotterdam Philharmonic Orchestra, salah satu orkestra utama di Eropa dan profesor cello pertama di Central Conservatory of Music yang berbasis di Beijing.
Selain mengaku sangat menyukai Indonesia secara umum, Hee Young Lim juga mempunyai obsesi untuk menjalankan proyek dalam bidang musik bersama Prajna Murdaya.
“Dalam jangka panjang, saya akan sangat senang untuk menjalankan proyek kerjasama dengan Prajna khususnya untuk membantu perkembangan musik klasik di Indonesia dan saya juga sangat tertarik untuk mengadakan kegiatan amal di sini,” ungkap Hee Young Lim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/master-cello-asal-korea-selatan-hee-young-lim.jpg)