Imlek 2570

Omzet Tak Capai Target, Pedagang Pernak-pernik Imlek Banting Harga

Kurang lebih lima lapak pedagang pernak-pernik Imlek masih bertahan di kawasan Glodok.

Omzet Tak Capai Target, Pedagang Pernak-pernik Imlek Banting Harga
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Suasana sekitar kawasan Pecinan Glodok pasca-Imlek yang terpantau sepi, Rabu (6/2/2019). 

MESKI perayaan Tahun Baru Imlek 2570 sudah lewat, masih ada beberapa pedagang musiman yang menjual pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Bahkan, mereka rela banting harga pasca-Imlek. Kurang lebih lima lapak pedagang pernak-pernik Imlek masih bertahan di kawasan Glodok. Mereka yang bertahan karena merasa omzetnya tidak mencapai target.

Suasana sekitar kawasan Glodok memang tak seramai ketika sebelum perayaan Imlek berlangsung. Para pedagang yang masih berjualan merupakan pedagang yang menjual barang-barang yang tersisa, untuk memenuhi keuntungannya.

Duga Prabowo-Sandi Pakai Konsultan Rusia, Jokowi: Terus yang Antek Asing Siapa?

Salah satunya seperti Robby (33). Ia mengatakan daya beli tahun ini menurun, sehingga masih ada beberapa barang yang tersisa. Untuk itu, ia memilih tetap berjualan meski beberapa pedagang tak lagi berjualan.

"Ini sebagian barang masih sisa, makannya mending saya jualan ajalah, ini juga saya turunin harganya, beda ama kemarin, ya istilahnya banting hargalah," kata Robby, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, omzet yang didapat tidak sebanding pada tahun lalu. Dirinya menilai, pendapatan yang ia dapat lebih besar dibandingkan tahun lalu. Untuk itu, dirinya bertahan untuk tetap berjualan, dengan harapan dapat menutupi pengeluaran untuk modal.

Duga Prabowo-Sandi Pakai Konsultan Asing, Jokowi: Enggak Peduli Memecah Belah Rakyat Atau Tidak

"Ya kalau saya bilang lebih ramai tahun lalu. Tahun lalu bisa habis, sekarang masih sisa banyak. Ya walau sebagai pedagang naik omzetnya, ini kan dagang jadi hoki-hokian, makanya karena ini sisa mending saya jual murah," jelasnya.

Bila satu set angpau sebelumnya ia jual seharga Rp 10.000, kini ia hanya dijual sebesar Rp 5000. Setidaknya dengan harga yang ia turunkan ini, dapat mengembalikan modal, serta barang-barang yang tersisa seluruhnya dapat segara habis. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved