Imlek 2570

Takkan Ada Barongsai di Vihara Amurva Bhumi Saat Perayaan Cap Go Meh, Ini Alasannya

Cap Go Meh merupakan puncak acara dari perayaan Imlek yang notabene diselenggarakan dengan sangat meriah

Takkan Ada Barongsai di Vihara Amurva Bhumi Saat Perayaan Cap Go Meh, Ini Alasannya
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Vihara Amurva Bhumi, Pasar Lama, RT 4/6, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2019). 

PERAYAAN Cap Go Meh akan digelar 15 hari setelah Tahun Baru Imlek.

Cap Go Meh merupakan puncak acara dari perayaan Imlek yang notabene diselenggarakan dengan sangat meriah.

Namun demikian, perayaan Cap Go Meh di vihara tertua di Jakarta Timur, Amurva Bhumi, nantinya tak akan dilakukan secara meriah.

BREAKING NEWS: Warga Banten Korban Tsunami Selat Sunda Bakal Gugat Presiden Jokowi dan DPR

Andreas, Pengurus Vihara Amurva Bhumi mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan karena menghormati korban bencana alam yang pada akhir tahun lalu menimpa Indonesia.

"Tahun ini tidak ada perayaan yang sangat meriah, karena kami menyesuaikan dengan keadaan situasi negara. Karena kemarin banyak yang tertimpa musibah bencana alam, untuk menghormati mereka," ungkap Andreas di Vihara Amurva Bhumi, Pasar Lama, RT 4/6, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2019).

Hal itu juga dilakukan untuk menghindari adanya konflik yang terjadi menjelang perhelatan Pemilu 2019. Vihara berumur 329 tahun itu pun tak akan menyelenggarakan pementasan barongsai.

Wiranto: Kelihatannya Sederhana, Tinggal Pilih Pemimpin Lalu Selesai, Padahal Tidak

"Kemudian karena menyambut pemilihan umum sebentar lagi. Kita menjaga keseimbangan negara kita jangan sampai membuat kegaduhan-kegaduhan. Cap Go Meh pun nanti tetap ada perayaan, tapi tidak akan meriah seperti mengadakan barongsai. Untuk menjaga situasi kedamaian negara. Jangan sampai membuat kecemburuan sosial," bebernya.

Andreas berharap penyelenggaraan Pemilu pada April 2019 mendatang bisa berlangsung tertib. Ia pun berharap presiden terpilih bisa mengayomi semua masyarakat tanpa memandang agama, ras, dan golongannya.

"Saya harapkan negara kita tetap bersatu, agar situasi politik menjadi damai. Siapa pun yang menjadi presiden, kami harapkan bisa mengayomi semuanya. Kami tak peduli siapa yang jadi presiden, tapi yang penting dia nanti berjuang untuk rakyatnya," ucap Andreas. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved